Tampilkan postingan dengan label NUBUAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUBUAT. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

NUBUAT




Berita yang terilham; penyingkapan atau pemberitaan tentang kehendak serta maksud-tujuan ilahi. Nubuat bisa berbentuk ajaran moral yang terilham, pernyataan tentang perintah atau penghakiman ilahi, atau pemberitahuan tentang sesuatu yang akan datang. Sekalipun peramalan, atau pemberitahuan di muka, bukanlah gagasan utama yang terkandung dalam kata kerja dasar kata itu dalam bahasa-bahasa aslinya (Ibr., na·vaΚΌ′; Yn., pro·fe·teuo), hal itu merupakan corak yang menonjol dari nubuat Alkitab.—Lihat NABI.



Contoh-contoh berikut ini menggambarkan makna kata-kata aslinya: Ketika dalam suatu penglihatan Yehezkiel diberi tahu untuk ’bernubuat kepada angin’, ia hanya menyatakan perintah Allah kepada angin. (Yeh 37:9, 10) Ketika Yesus diadili, orang-orang menyelubungi dia, menamparnya, lalu mengatakan, ”Bernubuatlah kepada kami, hai, Kristus. Siapa yang memukul engkau?” Mereka tidak meminta Yesus untuk meramal, tetapi agar ia mengidentifikasi para penamparnya melalui penyingkapan ilahi. (Mat 26:67, 68; Luk 22:63, 64) Wanita Samaria di tepi sumur mengakui bahwa Yesus adalah ”seorang nabi” karena Yesus menyingkapkan hal-hal tentang masa lalu wanita itu yang mustahil Yesus ketahui kecuali melalui kuasa ilahi. (Yoh 4:17-19; bdk. Luk 7:39.) Demikian pula, bagian-bagian dalam Alkitab seperti Khotbah Yesus di Gunung dan kecamannya terhadap para penulis dan orang Farisi (Mat 23:1-36) dengan tepat dapat disebut nubuat, karena merupakan ’pemberitaan’ terilham tentang pandangan Allah akan hal-hal tertentu, seperti pernyataan yang disampaikan oleh Yesaya, Yeremia, dan nabi-nabi lain sebelumnya.—Bdk. Yes 65:13-16 dan Luk 6:20-25.

Contoh-contoh tentang pemberitahuan di muka, atau peramalan, tentu sangat banyak dalam seluruh Alkitab, beberapa contoh dari masa-masa yang sangat awal dapat kita temukan di Kejadian 3:14-19; 9:24-27; 27:27-40; 49:1-28; Ulangan 18:15-19.