Mengapa Banyak Orang Tidak Yakin?
BANYAK orang memperhatikan rancangan dalam alam namun demikian tidak percaya adanya seorang Perancang, seorang Pencipta. Mengapa tidak?
Apakah ketidakpercayaan ini disebabkan seseorang tidak menyetujui alasan bahwa rancangan membutuhkan seorang Perancang? Apakah ada bukti-bukti yang begitu bertentangan dengan hal ini sehingga rancangan dalam alam tidak lagi meyakinkan akal yang sehat dan cerdas?
Atau apakah alasan tersebut tetap ada, lebih kuat dari sebelumnya? Sebaliknya, apakah, seperti dikatakan rasul Paulus, orang-orang yang menolak untuk menerima apa yang nyata ’tidak dapat dimaafkan’?
Rancangan dalam Sejarah
Suatu tinjauan singkat ke dalam sejarah tentang hal ini dapat membantu. Pertama-tama, ada banyak orang ateis (tidak percaya adanya Allah) sepanjang abad. Tetapi sampai kira-kira satu abad yang lalu mereka tidak dapat mempengaruhi gagasan-gagasan agama dan ilmiah dengan serius.
Ilmuwan besar di masa lampau, seperti Isaac Newton (yang oleh penulis ilmu pengetahuan Isaac Asimov disebut ”akal ilmiah terbesar yang pernah ada di dunia ini”), percaya akan Allah. Mereka tidak menganggap ketidakpercayaan sebagai suatu mandat yang perlu untuk prestasi ilmiah mereka.
Sebaliknya, Newton dan banyak ilmuwan lain, maupun pemikir-pemikir besar dalam bidang-bidang lain, menyatakan bahwa rancangan dalam alam adalah bukti adanya seorang Perancang Agung, yaitu Allah. Itulah gagasan yang umum berlaku selama berabad-abad.