Senin, 30 Desember 2013

Pemilik Abadi dari ”Maksud-Tujuan Kekal”


 

”MAKSUD-TUJUAN KEKAL”! Siapa lagi yang dapat mempunyai maksud demikian kalau bukan Allah yang kekal? Evolusi yang dianut oleh banyak sarjana moderen tidak bisa mempunyai maksud demikian, karena suatu kejadian yang kebetulan, yang menjadi pangkal dari teori yang tak terbukti itu, tidak terjadi dengan sengaja, menurut suatu maksud atau rencana. Pada abad ke-15 sebelum Penanggalan Umum, seorang pemberi hukum yang terkenal di dunia, yakni Musa putera Amram, menarik perhatian kepada suatu Allah yang abadi, dengan berkata:

2 ”Sebelum gunung2 dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari se-lama2-nya sampai se-lama2-nya Engkaulah Allah. . . . Sebab di mataMu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.”—Kitab Mazmur, Pasal 90, ayat 2-4.

3 Pada abad pertama dari Penanggalan Umum, seorang yang beriman kepada Musa menarik perhatian kepada Allah yang sama, yang tak berbatas pada waktu, baik di masa lampau maupun di masa yang akan datang. Tulisnya: ”Hormat dan kemuliaan sampai se-lama2-nya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.” (1 Timotius 1:17) Allah yang kekal sudah tentu dapat mempertahankan maksud-tujuannya sampai terlaksana sepenuhnya, berapapun lamanya, bahkan kalau itu makan waktu beberapa zaman.

Mengapa Banyak Orang Tidak Yakin?

Mengapa Banyak Orang Tidak Yakin?

BANYAK orang memperhatikan rancangan dalam alam namun demikian tidak percaya adanya seorang Perancang, seorang Pencipta. Mengapa tidak?

Apakah ketidakpercayaan ini disebabkan seseorang tidak menyetujui alasan bahwa rancangan membutuhkan seorang Perancang? Apakah ada bukti-bukti yang begitu bertentangan dengan hal ini sehingga rancangan dalam alam tidak lagi meyakinkan akal yang sehat dan cerdas?

Atau apakah alasan tersebut tetap ada, lebih kuat dari sebelumnya? Sebaliknya, apakah, seperti dikatakan rasul Paulus, orang-orang yang menolak untuk menerima apa yang nyata ’tidak dapat dimaafkan’?

Rancangan dalam Sejarah

Suatu tinjauan singkat ke dalam sejarah tentang hal ini dapat membantu. Pertama-tama, ada banyak orang ateis (tidak percaya adanya Allah) sepanjang abad. Tetapi sampai kira-kira satu abad yang lalu mereka tidak dapat mempengaruhi gagasan-gagasan agama dan ilmiah dengan serius.

Ilmuwan besar di masa lampau, seperti Isaac Newton (yang oleh penulis ilmu pengetahuan Isaac Asimov disebut ”akal ilmiah terbesar yang pernah ada di dunia ini”), percaya akan Allah. Mereka tidak menganggap ketidakpercayaan sebagai suatu mandat yang perlu untuk prestasi ilmiah mereka.

Sebaliknya, Newton dan banyak ilmuwan lain, maupun pemikir-pemikir besar dalam bidang-bidang lain, menyatakan bahwa rancangan dalam alam adalah bukti adanya seorang Perancang Agung, yaitu Allah. Itulah gagasan yang umum berlaku selama berabad-abad.

Apakah Allah Ada di Mana-Mana?

Pandangan Alkitab

Apakah Allah Ada di Mana-Mana?

ALLAH dengan tepat digambarkan sebagai pribadi yang mahakuasa dan mahatahu. Namun, dalam upaya lebih lanjut untuk menggambarkan kehebatan Allah, ada yang mengatakan bahwa Allah juga mahahadir. Mereka percaya bahwa Allah ada di mana-mana pada waktu yang sama.

Dua sifat pertama yang disebut di atas dengan jelas didukung oleh ajaran Alkitab. (Kejadian 17:1; Ibrani 4:13; Penyingkapan 11:17) Allah memang mahakuasa, dan Ia mahatahu dalam arti bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya. Tetapi, apakah Ia mahahadir? Apakah Allah ada di mana-mana, atau apakah Ia suatu pribadi yang mempunyai tempat tinggal yang spesifik?

Di Manakah Allah?

Dalam berapa ayat Alkitab, ”surga” disebut sebagai ’tempat tinggal Allah yang tetap’. (1 Raja 8:39, 43, 49; 2 Tawarikh 6:33, 39) Walaupun orang sering menunjuk ke langit sewaktu ingin menunjukkan letak surga, Alkitab menyatakan, ”Apakah Allah sungguh-sungguh akan tinggal bersama umat manusia di atas bumi? Lihat! Langit, ya, langit segala langit pun tidak dapat memuat engkau.”—2 Tawarikh 6:18.

”Allah adalah Roh,” kata Alkitab. (Yohanes 4:24) Karena itu, Ia tinggal di suatu alam roh yang bukan alam semesta atau langit. Jadi, sewaktu Alkitab menggambarkan ”surga” sebagai tempat tinggal Allah, yang sedang disorot adalah keagungan tempat Ia tinggal yang dikontraskan dengan lingkungan fisik tempat kita berdiam. Yang terpenting, Alkitab mengajarkan bahwa tempat tinggal Allah memang sangat berbeda dengan langit, atau jagad raya, namun Alkitab juga menunjukkan bahwa tempatnya sangat spesifik.—Ayub 2:1-2.

Apa Masa Depan Saudara?

Apa Masa Depan Saudara?

JIKA Allah yang Mahakuasa itu mahatahu, mengetahui semua hal di masa lalu, sekarang, dan di masa depan, bukankah seharusnya semua hal ditakdirkan untuk terjadi tepat seperti yang telah Allah lihat sebelumnya? Jika Allah telah melihat sebelumnya dan menetapkan haluan serta takdir akhir setiap manusia, dapatkah benar-benar dikatakan bahwa kita bebas memilih haluan hidup kita, masa depan kita?

Pertanyaan-pertanyaan ini telah diperdebatkan selama berabad-abad. Perbantahan masih terus memecah-belah agama-agama utama. Dapatkah kesanggupan Allah untuk mengetahui masa depan di muka diselaraskan dengan kehendak bebas manusia? Di mana seharusnya kita mencari jawabannya?

Jutaan orang di seluruh bumi sependapat bahwa Allah telah berkomunikasi dengan umat manusia melalui Firman-Nya yang tertulis yang disampaikan melalui para juru bicara-Nya, para nabi. Misalnya, Quran menunjukkan penyingkapan-penyingkapan yang berasal dari Allah: Taurāh (Taurat, Hukum, atau lima buku Musa), Zabūr (Mazmur), dan Injīl (Injil, Kitab-Kitab Yunani Kristen, atau ”Perjanjian Baru”), serta hal-hal yang disingkapkan kepada para nabi di Israel.

Dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen, kita membaca, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara.” (2 Timotius 3:16) Jelaslah, bimbingan atau penerangan apa pun yang kita terima haruslah berasal dari Allah sendiri. Kalau begitu, bukankah bijaksana untuk memeriksa tulisan-tulisan para nabi Allah di masa awal? Apa yang mereka singkapkan tentang masa depan kita?

Apakah Masa Depan Anda Ditakdirkan?--pandangan Alkitab.

Pandangan Alkitab

Apakah Masa Depan Anda Ditakdirkan?
Banyak orang percaya bahwa kehidupan dan masa depan mereka ditakdirkan oleh suatu kekuatan yang lebih tinggi. Menurut mereka, sejak dalam kandungan hingga mati, kita semua mengikuti apa yang sudah tersurat dalam pikiran Allah. ’Bagaimanapun juga,’ kata mereka, ’Allah mahakuasa dan serbatahu, atau mahatahu, jadi Ia pasti tahu setiap perincian tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.’

BAGAIMANA menurut Anda? Apakah Allah sudah menetapkan jalan hidup dan nasib akhir kita? Dengan kata lain, kebebasan memilih itu memang ada atau hanya ilusi? Apa yang Alkitab katakan?

Pengetahuan Sebelumnya—Total atau Selektif?

Alkitab jelas sekali menunjukkan bahwa Allah memiliki kemampuan untuk tahu sebelumnya. Menurut Yesaya 46:10, ’Sejak awal Dia tahu kesudahannya.’ Dia bahkan menggunakan sekretaris manusia untuk menulis banyak nubuat. (2 Petrus 1:21) Selain itu, nubuat-nubuat tersebut selalu menjadi kenyataan karena Allah punya hikmat maupun kuasa untuk menggenapinya secara terperinci. Maka, Allah tidak hanya bisa tahu sebelumnya tetapi kalau mau Ia pun bisa menetapkan sebelumnya berbagai peristiwa. Namun, apakah Allah menetapkan sebelumnya nasib setiap orang atau bahkan jumlah orang yang akan memperoleh keselamatan? Menurut Alkitab, tidak.

Apakah Allah Tahu Adam dan Hawa Akan Berdosa?

 

BANYAK orang benar-benar ingin mengetahui jawaban pertanyaan ini. Apabila timbul persoalan mengenai mengapa Allah mengizinkan kefasikan, yang segera menjadi fokus adalah dosa pasangan manusia pertama di Taman Eden. Gagasan bahwa ’Allah mahatahu’ bisa langsung membuat beberapa orang menyimpulkan bahwa Allah pasti sudah tahu Adam dan Hawa bakal tidak taat kepada-Nya.

Jika Allah memang sudah tahu sebelumnya bahwa pasangan sempurna ini akan berdosa, apa implikasinya? Konsep tersebut akan menyiratkan bahwa Allah punya banyak perangai negatif. Ia akan tampak tidak pengasih, tidak adil, dan tidak tulus. Ada yang mungkin menyatakan Allah kejam karena menghadapkan manusia pertama pada situasi yang sudah diketahui akan berakhir buruk. Allah bisa tampak bertanggung jawab atas—atau setidaknya terlibat dalam—semua keburukan dan penderitaan sepanjang sejarah. Bagi beberapa orang, Pencipta kita bahkan akan kelihatan bodoh.

Apakah Allah Yehuwa, sebagaimana disingkapkan dalam Alkitab, cocok dengan gambaran negatif tersebut? Untuk menjawabnya, mari kita periksa apa yang Alkitab katakan tentang karya ciptaan dan kepribadian Yehuwa.

HIKMAT

Makna hikmat dalam Alkitab menandaskan pertimbangan yang masuk akal, berdasarkan pengetahuan dan pengertian; kesanggupan menggunakan pengetahuan dan pengertian dengan sukses untuk memecahkan masalah, menghindari bahaya, mencapai tujuan-tujuan tertentu, atau menasihati orang lain dalam hal-hal itu. Hikmat berlawanan dan sering dikontraskan dengan kebebalan, kebodohan, dan kegilaan.—Ul 32:6; Ams 11:29; Pkh 6:8.

Kata dasar yang mengandung arti hikmat dalam bahasa Ibrani adalah khokh·mah (kata kerja, kha·kham), dan dalam bahasa Yunani adalah so·fia, disertai bentuk-bentuk lainnya yang terkait. Dan juga, ada kata Ibrani tu·syi·yah, yang bisa diterjemahkan ”pekerjaan yang membawa hasil baik” atau ”hikmat yang praktis”, dan kata Yunani froni·mos dan frone·sis (dari fren, ”pikiran”), yang berkaitan dengan ”akal sehat”, ”kebijaksanaan”, atau ”hikmat yang praktis”.

Hikmat menyiratkan luasnya pengetahuan dan dalamnya pengertian, kedua-duanya menghasilkan pertimbangan yang masuk akal dan jelas, yang menjadi ciri hikmat. Orang berhikmat ”menyimpan pengetahuan bagaikan harta”, memiliki tabungan pengetahuan untuk digunakan jika dibutuhkan. (Ams 10:14) Meskipun ”hikmat adalah hal pokok”, nasihat yang diberikan ialah ”dengan semua yang engkau dapatkan, dapatkanlah pengertian”. (Ams 4:5-7) Pengertian (istilah yang luas maknanya, yang sering kali mencakup daya pengamatan) menambah kekuatan kepada hikmat, banyak menambah kebijaksanaan dan kesanggupan untuk melihat ke depan, yang juga merupakan ciri-ciri penting hikmat. Kebijaksanaan menyiratkan kearifan dan bisa dinyatakan dalam tindakan yang hati-hati, pengendalian diri, kesahajaan, atau pengekangan. ”Pria yang bijaksana [bentukan dari froni·mos]” membangun rumahnya di atas batu, karena telah mengantisipasi badai; pria yang bodoh membangun rumahnya di atas pasir dan menderita malapetaka.—Mat 7:24-27.



Pengertian membentengi hikmat dengan cara-cara lain. Misalnya, seseorang bisa jadi menaati perintah tertentu dari Allah karena ia sadar bahwa ketaatan demikian adalah hal yang benar, dan dalam hal ini ia memperlihatkan hikmat. Namun, jika ia benar-benar mengerti alasan yang mendasari perintah itu, maksud baik di baliknya, dan manfaat yang dihasilkannya, tekad hatinya untuk terus berjalan pada haluan hikmat tersebut akan sangat dikuatkan. (Ams 14:33) Amsal 21:11 mengatakan bahwa ”dengan memberikan pemahaman kepada orang berhikmat, seseorang memperoleh pengetahuan”. Orang yang berhikmat senang memperoleh informasi apa pun yang akan memperjelas pandangannya tentang akar suatu situasi, kondisi, dan penyebab masalah tertentu. Dengan demikian, ia ”memperoleh pengetahuan” tentang apa yang harus dilakukan dan mengetahui kesimpulan apa yang harus diambil, apa yang diperlukan untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi.—Bdk. Ams 9:9; Pkh 7:25; 8:1; Yeh 28:3; lihat PEMAHAMAN.

Rabu, 25 Desember 2013

Apakah Kematian Akhir Segalanya?

Selasa, 24 Desember 2013

MENARA PENGAWAL JANUARI 2014

 

Banyak orang tidak suka membahas kematian. Sesungguhnya, banyak orang berharap untuk tidak pernah mati. Dapatkah kematian dikalahkan?
Dari atas tampak seorang pejalan kaki tewas tertabrak

Apa yang Alkitab Katakan tentang Paskah?



Jawaban Alkitab

Perayaan Paskah (Easter) tidak berdasarkan Alkitab. Jika Anda memeriksa sejarahnya, Anda akan mengetahui makna Paskah yang sebenarnya, yaitu tradisi kuno yang berhubungan dengan ritual kesuburan. Perhatikan beberapa hal berikut.

Selasa, 24 Desember 2013

Tetragrammaton


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Tetragrammaton dalam hiasan kaca di gereja Episkopal tahun 1868 di in Iowa
Tetragrammaton (Bahasa Yunani: τετραγράμματον kata dengan empat huruf) nama dalam bahasa Ibrani untuk Tuhan, yang dieja (dalam huruf Ibrani); י (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה (YHWH), tetragramaton adalah nama pribadi dari Tuhan orang Israel.

Senin, 23 Desember 2013

Yesus Kristus— Apa yang Ia Lakukan Sekarang?

AJARLAH ANAK ANDA

 

Pada bulan Desember, di mana-mana ada gambar atau patung bayi Yesus. Bayi Yesus itu tidur di palungan, yaitu sebuah kotak besar tempat makanan binatang. Tapi, apakah kamu cuma ingat Yesus waktu dia masih bayi? * Sebenarnya, ada sesuatu tentang Yesus yang jauh lebih penting untuk diingat. Pertama, ayo kita lihat apa yang terjadi atas beberapa gembala di dekat Betlehem suatu malam.

Mengapa Kita Butuh Allah?

 

Banyak orang merasa mereka bisa hidup tanpa Allah atau terlalu sibuk untuk mengingat Dia. Apakah mengenal dan mengingat Allah memang penting?

Minggu, 22 Desember 2013

Yesus


 
PANDANGAN ALKITAB

 

Apakah Yesus itu Allah?

”Tidak seorang pun pernah melihat Allah.”Yohanes 1:18.

APA KATA ORANG

Banyak yang yakin bahwa Yesus bukan Allah. Yang lain berpendapat bahwa menurut beberapa ayat Alkitab, Yesus setara dengan Allah.

Caranya Menjadi Pendengar yang Baik



BANTUAN UNTUK KELUARGA | PERKAWINAN

 

TANTANGANNYA

[Gambar di hlm. 12]
”Kamu enggak pernah dengerin aku!” kata teman hidup Anda. ’Lho? Aku dengerin kok,’ pikir Anda. Rupanya, apa yang ingin dia sampaikan berbeda dengan maksud yang Anda tangkap. Akibatnya, kalian pun bertengkar.
Kalian bisa menghindari masalah semacam ini. Pertama-tama, coba perhatikan apa saja yang bisa membuat Anda tidak menangkap maksud kata-kata teman hidup Anda, padahal Anda merasa sudah mendengarkan.

Jumat, 20 Desember 2013

BENARKAH YESUS LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER?


 

11 Desember 2012 pukul 23:52
Kitab Perjanjian Baru tidak memberikan informasi tanggal kelahiran Yesus sehingga pemunculan tanggal 25 Desember menimbulkan berbagai kontroversi diantara kalangan Kristen sendiri. Darimana asal usul perayaan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember? Pertanyaan ini membelah menjadi dua kelompok jawaban. Kelompok pertama menghubungkan tanggal 25 Desember kepada perayaan paganisme Roma yang diadopsi dalam Kekristenan. Kelompok kedua menghubungkan tanggal 25 Desember pada catatan kuno Bapa Gereja sebelum Konsili Nicea.






Pandangan Pertama:

Asal Usul Paganisme Dari Natal 25 Desember

Pandangan pertama menghubungkan perayaan Christmass pada tanggal 25 Desember dengan adopsi unsur-unsur kekafiran oleh gereja Katolik maupun Ortodox. Perhatikan beberapa kutipan berikut:

Pope admits Dec. 25 was not Christ's birthday




A brother posted a photo of a newspaper saying "Pope Benedict: Jesus wasnt born of Dec. 25" it surprised me so i search it in the internet and then i found out that it is true.

The present Pope released his newest book that also debunks Christmas myths.

Seorang Ahli Bedah Ortopedi Menjelaskan Imannya

WAWANCARA | IRÈNE HOF LAURENCEAU

 

Dr. Irène Hof Laurenceau adalah seorang ahli bedah ortopedi di Swiss. Pada suatu waktu, ia pernah meragukan keberadaan Allah. Tetapi, bertahun-tahun kemudian, dia akhirnya menyimpulkan bahwa Allah ada dan bahwa Ia adalah Sang Pencipta kehidupan. Sedarlah! mewawancarainya tentang pekerjaannya dan imannya.

Berapa Lama Anda Bisa Hidup?

TOPIK UTAMA

 

KETIKA mati pada 2006, Harriet berumur kira-kira 175 tahun. Tentu saja, Harriet bukan manusia. Ia seekor kura-kura Galapagos, dan tinggal di sebuah kebun binatang di Australia. Dibanding kita, umur Harriet jauh lebih panjang. Namun, dibanding umur makhluk hidup lain, umur sepanjang itu bukanlah hal yang luar biasa. Perhatikan beberapa contoh..

Apakah Berita di Media Bisa Dipercaya?

SEDARLAH! DESEMBER 2013

 

Banyak orang ragu akan berita yang mereka baca dan dengar. Cari tahu bagaimana agar kita bisa berhati-hati, sambil tetap berpikiran terbuka.

Kamis, 19 Desember 2013

Kantor Pusat Baru Saksi-Saksi Yehuwa Mulai Dibangun di Warwick, NY

5 AGUSTUS 2013 | AMERIKA SERIKAT


NEW YORK—Saksi-Saksi Yehuwa secara resmi memulai pembangunan kantor pusat mereka di Warwick, New York, pada Senin, 29 Juli 2013, setelah memperoleh izin dari pejabat setempat.
Pada Rabu, 17 Juli, Badan Perencanaan Kota Warwick sepakat untuk menyetujui usulan denah lokasi kantor pusat Saksi-Saksi Yehuwa yang baru. Hal ini penting untuk mendapatkan izin membangun. Persetujuan ini diperoleh tepat empat tahun sejak Saksi-Saksi Yehuwa membeli lahan di Warwick pada 17 Juli 2009. Setelah izin membangun keluar pada Jumat, 26 Juli, Saksi-Saksi Yehuwa mulai mempersiapkan lahan dan menggali fondasi pada Senin, 29 Juli.
Badan perencanaan kota sepakat menyetujui rancangan bangunan ini karena Saksi-Saksi Yehuwa membuat rancangan bangunan yang ramah lingkungan. Misalnya, untuk melestarikan lingkungan, mereka memasang penahan erosi yang juga berfungsi sebagai pagar untuk melindungi satwa liar, seperti ular derik, sehingga satwa ini tidak memasuki area pembangunan.

Kompleks Bangunan Saksi-Saksi Yehuwa di Brooklyn Telah Dibeli (telah terjual )

10 JULI 2013 | AMERIKA SERIKAT

 


NEW YORK—Pada 5 Juli 2013, Saksi-Saksi Yehuwa setuju untuk menjual beberapa bangunan mereka kepada RFR dan Kushner Companies. Bangunan tersebut terdiri atas lima bangunan bekas percetakan dan sebuah bangunan tempat tinggal 30 lantai di Brooklyn, New York. Saksi-Saksi akan mulai mengosongkan kompleks percetakan paling cepat Agustus tahun ini, sedangkan bangunan tempat tinggal akan dikosongkan pada 2017.

Topan Super Haiyan Menghantam Filipina Tengah

14 NOVEMBER 2013 | FILIPINA

 


MANILA, Filipina—Topan Super Haiyan (yang disebut Yolanda di Filipina), salah satu badai terkuat yang pernah mencapai daratan, meluluhlantakkan Filipina pada 8 November 2013.
Pada 13 November 2013, kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa Filipina di Manila melaporkan bahwa 27 Saksi Yehuwa dipastikan tewas. Lebih dari 100 rumah Saksi dan lima tempat ibadat hancur.

Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa mengorganisasi respons internasional atas bencana ini dari kantor pusat sedunia mereka di Brooklyn, New York. Sebagai bagian dari pengaturan ini, kantor cabang Filipina telah mengorganisasi pengiriman makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya ke daerah yang terkena bencana. Pada Minggu, 10 November, bantuan kemanusiaan telah dikirimkan dengan kira-kira sepuluh minibus. Besoknya, beberapa truk tambahan dikirimkan juga.
Negeri itu belum sempat pulih dari gempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang terjadi pada 15 Oktober 2013, yang menewaskan 218 orang. Menurut laporan, gempa yang besar itu menewaskan tiga Saksi Yehuwa, satu terkena longsor dan dua lainnya karena rumahnya roboh. Gempa itu terjadi tidak lama setelah Topan Nari menghantam Filipina pada 12 Oktober 2013, yang menewaskan sedikitnya 13 orang.

Konstantin


POTRET MASA LALU

 

Konstantin adalah kaisar Romawi pertama yang mengaku Kristen. Karena itu, ia sangat memengaruhi sejarah dunia. Ia memeluk agama yang sebelumnya ditindas ini dan membuka jalan ke terbentuknya gereja-gereja Kristen. Apa yang disebut Kekristenan pun menjadi ”agen sosial dan politik terkuat” yang memengaruhi jalannya sejarah, menurut The Encyclopædia Britannica.
MENGAPA Anda perlu tahu tentang seorang kaisar Romawi kuno? Jika Anda tertarik pada Kekristenan, Anda sepatutnya tahu bahwa manuver politik dan agama yang dilakukan Konstantin telah memengaruhi kepercayaan dan praktek banyak gereja hingga hari ini. Bagaimana caranya?

Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas menurut Dr. Nathan Grills




On Jumat, 23 Desember 2011 / Reply


Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas, Sosok Pemalas


MELBOURNE (voa-islam.com) – Natal alias Christmas yang dirayakan umat Kristen seluruh dunia, hampir tak bisa dipisahkan dari sosok Sinterklas (Santa Claus). Tokoh ini selalu dinanti oleh anak-anak setiap perayaan Natal di akhir tahun. Namun, di balik penampilannya yang tambun, bermuka merah dan riang gembira, sosok khas Sinterklas itu justru bisa memberi pendidikan buruk bagi anak-anak.

Demikian menurut hasil penelitian seorang akademisi Australia, Dr. Nathan Grills dari Universitas Melbourne. Diterbitkan dalam British Medical Journal, Gills menyatakan bahwa karakter unik Sinterklas kini bisa dipandang sebagai tokoh yang mempromosikan gaya hidup yang tidak sehat.

...Sinterklas dianggap tokoh yang terlalu banyak makan, minum, dan kurang berolahraga. Sifat-sifat malas ini tidak bagus untuk anak-anak...

Natal 25 Desember adalah kebohongan public sepanjang masa!!!


 
Menu

NATAL TANGGAL 25 DESEMBER ADALAH SEBUAH KEBOHONGAN


  • SELAMAT DATANG

  •  

    SEJARAH NATAL
    Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran yesus.Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 – 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal). 

    Rabu, 11 Desember 2013

    Brad Pitt: Sinterkas Adalah Sebuah Kebohongan!

     
    koleksi foto selebriti
    Sinterklas selalu dianggap sebagai idola bagi sebagian orang. Terutama saat hari Natal tiba. Bayangkan saja bagaimana baiknya seseorang kakek tua berjanggut putih yang mungkin sudah cukup repot dengan rematiknya namun sempat menebarkan kebaikan dan membagikan hadiah kepada anak-anak kecil.

    Natal --- Apa fokusnya ??



    Natal—Apa
    Fokusnya?

    BAGI jutaan orang, Natal dan Tahun Baru adalah waktu bersama keluarga dan teman-teman, waktu untuk menguatkan kembali ikatan kasih. Banyak yang menganggapnya sebagai saat untuk mengenang kembali kelahiran Yesus Kristus dan peranannya sebagai Juru Selamat manusia. Di Rusia, berbeda dengan banyak negeri lainnya, orang tidak selalu boleh merayakan Natal. Meski selama berabad-abad para anggota Gereja Ortodoks Rusia bebas merayakan Natal, mereka dilarang melakukannya selama hampir sepanjang abad ke-20. Apa penyebabnya?

    Segera setelah revolusi Komunis Bolshevik tahun 1917, pemerintah Soviet dengan gencar memberlakukan kebijakan ateisme di seluruh pelosok negeri. Natal dengan semua embel-embelnya yang berbau agama dilarang. Negara mulai melancarkan kampanye menentang perayaan Natal dan Tahun Baru. Bahkan, lambang-lambang Natal setempat, seperti pohon Natal dan Ded Moroz, atau Kakek Fros, julukan untuk Sinterklas di Rusia, dilarang keras.

    Paus : Natal Bukan 25 Desember

    PDF Print E-mail
    Tuesday, 18 December 2012 17:57
    Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center
    Kontroversi NATAL memang tidak pernah surut dibahas tiap tahun apalagi menjelang peringatannya 25 Desember. Berbagai tulisan mengupas tentang asal-asul peringatan ini berulang-ulang dimuat kembali untuk membentengi umat Islam agar tidak terseret dalam peringatan ini. Tapi bukannya peringatan ini menjadi surut, tapi tiap tahun peringatan ini justru makin meriah walau coreng dibalik peringatan ‘suci’ kelahiran tuhan ini terkuak.
    Buku Paus mengupas kebohongan Natal
    Kejadian yang cukup menghebohkan dunia Kristen baru saja terjadi adalah pengungkapan jujur dari tokoh besar Kristen yakni Paus Benedictus XVI. Ia menulis sebuah buku, ‘Jesus of Nazareth: The Infancy Narrative’ yang diluncurkan Rabu (21/11/2012). Ia membongkar beberapa fakta yang mengejutkan seputar kelahiran Yesus Kristus. Antara lain menurutnya,
    -          Kalender Kristen salah. Perhitungan tentang kelahiran Yesus yang selama ini diyakini adalah keliru. Kemungkinan, Yesus dilahirkan antara tahun 6 SM dan 4 SM.
    -          Materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, menurutnya sebenarnya tidak ada. Alias hanya mengada-ada.

    Apakah Semua Pesta Menyenangkan Allah?


    APAKAH kamu senang pergi ke pesta?— Biasanya di sana ada banyak hal yang menyenangkan. Menurut kamu, apakah Guru Agung ingin kita pergi ke pesta?— Nah, sewaktu ada yang menikah, ia pergi ke pesta itu, dan beberapa muridnya ikut bersamanya. Yehuwa adalah ”Allah yang bahagia”, maka Ia senang sewaktu kita menikmati pesta yang baik.—1 Timotius 1:11; Yohanes 2:1-11.


    Di halaman 29 buku ini, kita diberi tahu bahwa Yehuwa membelah Laut Merah agar orang Israel menyeberanginya. Ingatkah kamu cerita itu?— Setelah itu, orang Israel bernyanyi dan menari serta mengucap syukur kepada Yehuwa. Suasananya seperti pesta. Orang-orang sangat bahagia, dan kita dapat yakin bahwa Allah pun bahagia.—Keluaran 15:1, 20, 21.


    Hampir 40 tahun kemudian, orang Israel pergi ke suatu pesta besar yang lain. Kali ini, mereka diundang oleh orang-orang yang sama sekali tidak menyembah Yehuwa. Sebenarnya, orang-orang yang mengundang mereka itu bahkan menyembah allah-allah lain dengan membungkuk di hadapannya dan melakukan hubungan seks dengan orang yang bukan suami atau istri mereka. Menurutmu, apakah kita boleh pergi ke pesta seperti itu?— Nah, Yehuwa tidak senang, dan Ia menghukum orang Israel.—Bilangan 25:1-9; 1 Korintus 10:8.

    Selasa, 10 Desember 2013

    Tema Agung Alkitab.


    Tema Agung dari Alkitab

    Menafsirkan Alkitab Rahasia-rahasia yang tersimpan dalam buku Wahyu telah lama membingungkan siswa-siswa Alkitab yang tulus hati. Pada waktu yang Allah tentukan, rahasia-rahasia itu harus disingkapkan, tetapi bagaimana, kapan, dan kepada siapa? Hanya roh Allah yang dapat memberitahu maknanya bila waktu yang telah ditentukan sudah dekat. (Wahyu 1:3, NW) Rahasia-rahasia suci itu akan disingkapkan kepada hamba-hamba Allah yang bergairah di bumi agar mereka dikuatkan untuk mengumumkan keputusan-keputusan penghakimanNya. (Bandingkan Matius 13:10, 11.) Kami tidak menyatakan bahwa penjelasan dalam publikasi ini sempurna. Seperti Yusuf pada jaman dulu, kami mengatakan: ”Bukankah Allah yang berhak menafsirkan?” (Kejadian 40:8, NW) Tetapi, pada waktu yang sama, kami dengan yakin percaya bahwa penjelasan yang diuraikan di sini selaras dengan Alkitab secara keseluruhan, yang memperlihatkan betapa secara luar biasa nubuat ilahi telah digenapi dalam peristiwa-peristiwa dunia pada jaman kita yang penuh bencana ini.

    AMSAL Alkitab mengatakan: ”Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.” (Pengkhotbah 7:8) Dalam buku Wahyu inilah kita membaca tentang klimaks yang dramatis dari maksud-tujuan Allah yang mulia untuk menyucikan namaNya di hadapan semua makhluk ciptaan. Seperti dinyatakan Allah berulang kali melalui salah seorang dari nabi-nabiNya yang terdahulu: ”Mereka akan mengetahui bahwa Akulah [Yehuwa].”—Yehezkiel 25:17; 38:23.

    Senin, 09 Desember 2013

    Kerajaan Allah


    KERAJAAN ALLAH

    Perwujudan dan pelaksanaan kedaulatan universal Allah atas makhluk-makhluk ciptaan-Nya, atau sarana yang Ia gunakan untuk tujuan tersebut. (Mz 103:19) Frasa ini khususnya digunakan untuk perwujudan kedaulatan Allah melalui suatu pemerintahan berbentuk kerajaan yang dikepalai oleh Putra-Nya, Kristus Yesus.

    Kata yang diterjemahkan ”kerajaan” dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen adalah ba·si·lei′a, yang berarti ”sebuah kerajaan, wilayah, daerah atau negeri yang diperintah oleh seorang raja; kuasa, wewenang, daerah kekuasaan, pemerintahan seorang raja; kebesaran kerajaan, gelar dan kehormatan seorang raja”. (The Analytical Greek Lexicon, 1908, hlm. 67) Markus dan Lukas sering kali menggunakan frasa ”kerajaan Allah”, sedangkan dalam catatan Matius frasa yang paralel, ”kerajaan surga”, muncul sebanyak kira-kira 30 kali.—Bdk. Mrk 10:23 dan Luk 18:24 dengan Mat 19:23, 24; lihat KERAJAAN; LANGIT DAN SURGA (Surga).

    Dalam hal struktur dan fungsinya, pemerintahan Allah adalah suatu teokrasi sejati (dari Yn. the·os′, allah, dan kra′tos, pemerintahan), pemerintahan oleh Allah. Istilah ”teokrasi” diakui berasal dari sejarawan Yahudi bernama Yosefus dari abad pertama M, yang tampaknya menciptakan istilah ini dalam karyanya Against Apion (II, 164, 165 [17]). Mengenai pemerintahan yang dibentuk atas Israel di Sinai, Yosefus menulis, ”Beberapa kelompok masyarakat mempercayakan kekuasaan politik tertingginya kepada monarki, kelompok-kelompok lain kepada oligarki, tetapi ada pula yang mempercayakannya kepada rakyat. Akan tetapi, pemberi hukum kita tidak tertarik kepada salah satu pun di antara bentuk-bentuk pemerintahan tersebut, sebaliknya, kepada negaranya ia memberikan suatu bentuk yang—jika boleh menggunakan istilah yang dipaksakan—dapat disebut suatu ’teokrasi [Yn., the·o·kra·ti′an]’, dengan menempatkan semua kedaulatan dan wewenang di tangan Allah.” Tentu saja, agar menjadi suatu teokrasi sejati, pemerintahan itu tidak mungkin ditetapkan oleh legislator manusia mana pun, misalnya oleh Musa, tetapi harus ditetapkan dan dibentuk oleh Allah. Catatan Alkitab memperlihatkan bahwa demikianlah halnya.

    Jumat, 06 Desember 2013

    Hari Santo Nicholas-- dari mana asalnya ?



    ”Hari
    Santo Nicholas”—Dari Mana Asalnya?

    JIKA saudara melewati jalan-jalan di Belgia pada awal bulan Desember, saudara akan melihat pemandangan yang sangat menarik: kelompok-kelompok anak-anak pergi dari rumah ke rumah, menyanyikan syair-syair pendek yang disebut ”lagu-lagu Santo Nikolas”. Para penghuni rumah menyambut anak-anak yang manis itu dengan menghadiahi mereka buah-buahan, permen, atau uang.

    Perayaan apa ini? ”Hari Santo Nikolas”! Di Amerika Serikat dan negeri-negeri lain, ”Santo Nikolas”, atau ”Santa Claus”, dihubungkan dengan hari Natal. Tetapi di Belgia, ”santo” yang berjenggot itu mempunyai hari perayaannya sendiri. Sebenarnya, ”Santo Nikolas” (sinterklaas, atau Sint Nicolaas [di-Indonesiakan, Sinterklas]), yang hari perayaannya jatuh pada tanggal enam Desember, adalah salah satu ”santo” yang paling terkenal di Belgia dan Belanda. Banyak gereja, kapel, jalan, atau perumahan menggunakan namanya. Ia secara tradisional dikenal sebagai ”teman baik anak-anak” yang siap membagikan hadiah kepada mereka pada hari perayaannya.

    Pada malam sebelum hari libur itu, anak-anak menaruh salah satu sepatu atau sandal mereka dekat cerobong asap sambil menyanyikan syair-syair pendek. Mereka diberi tahu bahwa ”Santo” Nikolas dan pelayannya yang berkulit hitam (yang disebut Piet Hitam) akan tiba malam itu dengan kapal uap dari Spanyol. Kemudian, ”santo” itu akan menunggang kuda abu-abunya melintasi atap-atap rumah, diikuti oleh Piet Hitam, yang membawa sebuah tongkat dan kantong besar berisi mainan dan permen. Nikolas juga membawa apel, kacang, dan hasil ladang lainnya. Sering kali ia meninggalkan sejenis biskuit berbumbu berwarna coklat yang disebut speculaas, atau biskuit uskup, yang dibuat dengan bentuk-bentuk khas yang bagus.

    Penerimanya? Anak-anak yang baik pada tahun sebelumnya. Tetapi, anak-anak yang tidak patuh, katanya akan dipukul; atau lebih buruk lagi, mereka akan dimasukkan ke dalam kantong Piet Hitam dan dibawa pergi! Jadi, dapat dimengerti jika anak-anak ingin menyenangkan tamu-tamu malam ini. Maka, segelas gin [sejenis minuman keras] disediakan bagi ”santo” ini, dan sebuah wortel dan beberapa permen diletakkan untuk kudanya.

    Hari-Hari Raya-Natal.


     

    Definisi: Hari-hari yang biasanya ditandai dengan libur dari pekerjaan sekuler dan sekolah guna merayakan suatu peristiwa. Hari-hari tersebut bisa juga berupa kesempatan untuk pesta-pesta keluarga atau masyarakat. Orang-orang yang ambil bagian di dalamnya dapat menganggapnya bersifat agama atau sebagian besar bersifat ramah-tamah atau duniawi.

    Apakah Hari Natal perayaan yang didasarkan atas Alkitab?

    Tanggal Perayaan

    Cyclopœdia karya M’Clintock dan Strong mengatakan, ”Perayaan Hari Natal bukan suatu ketetapan ilahi, juga tidak berasal dari P[erjanjian] B[aru]. Hari kelahiran Kristus tidak dapat dipastikan dari P[erjanjian] B[aru], atau, malah, dari sumber lain mana pun.”—(New York, 1871), Jil. II, hlm. 276.

    Luk. 2:8-11 menunjukkan bahwa gembala-gembala berada di padang pada malam hari sewaktu Yesus dilahirkan. Buku Daily Life in the Time of Jesus menyatakan, ”Kawanan ternak . . . melewati musim dingin di dalam kandang; dan dari sini saja nyata bahwa tanggal tradisional untuk Hari Natal, yaitu pada musim dingin, tidak mungkin benar, karena Injil mengatakan bahwa gembala-gembala berada di padang.”—(New York, 1962), Henri Daniel-Rops, hlm. 228.