Minggu, 26 Oktober 2014

Apa Sukses Itu?



APA yang lebih buruk daripada kegagalan? Sukses yang palsu. Kalau Anda gagal, Anda masih bisa memperbaiki keadaannya. Paling tidak, Anda bisa belajar dari pengalaman dan bertekad untuk berbuat lebih baik pada kesempatan lain.
Lain halnya dengan sukses yang palsu. Anda mungkin menganggap Anda sudah berhasil, tapi sebenarnya Anda gagal. Sewaktu sadar bahwa Anda perlu berubah haluan, bisa jadi itu sudah terlambat.
Perhatikan satu contoh. Yesus Kristus pernah bertanya, ”Apa manfaatnya bagi seseorang jika dia memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya?” (Matius 16:26) Hal itu bisa saja terjadi atas orang yang hidupnya hanya mengejar uang dan semua yang dapat dibeli dengan uang. Itulah contoh nyata sukses yang palsu. ”Terus memikirkan kenaikan jabatan, cara mendapat lebih banyak uang atau lebih banyak barang tidak menghasilkan kepuasan batin,” tulis seorang penasihat karier Tom Denham. ”Sungguh bodoh kalau kesuksesan hanya diukur dengan uang, karena pada akhirnya Anda akan menuai kehampaan.”
Rupanya, banyak orang dewasa ini setuju. Dalam sebuah survei yang diadakan di Amerika Serikat, ternyata ”punya banyak uang” berada di urutan ke-20 dari 22 ”hal yang bisa membuat orang sukses”. Hal-hal seperti tubuh yang sehat, hubungan baik dengan keluarga dan teman, serta pekerjaan yang disukai justru ada di urutan atas.
Jelaslah, paling tidak sewaktu ditanyai, banyak orang bisa membedakan antara sukses yang palsu dan sukses yang sebenarnya. Tapi, yang lebih sulit adalah bertindak menurut pandangan yang benar tentang kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar