Makna asli kata Yunani a·po′kry·fos digunakan dalam tiga ayat Alkitab untuk memaksudkan hal-hal yang ”terselubung dengan cermat” atau ”tersembunyi dengan cermat”. (Mrk 4:22; Luk 8:17; Kol 2:3) Jika diterapkan untuk karya-karya tulis, kata itu pada mulanya memaksudkan karya tulis yang tidak dibacakan di depan umum, dengan demikian ”terselubung” dari orang lain. Namun, belakangan kata itu mengandung arti tidak asli atau tidak kanonis, dan dewasa ini paling umum digunakan untuk memaksudkan tulisan-tulisan tambahan yang oleh Gereja Katolik Roma pada Konsili Trente (1546) dinyatakan sebagai bagian kanon Alkitab. Para penulis Katolik menyebut buku-buku ini deuterokanonika, artinya ”bagian dari kanon kedua (atau terkemudian)”, untuk membedakannya dari buku-buku protokanonika.
Selasa, 25 Februari 2014
Ini Harus Menjadi Peringatan Bagimu
”Hari ini harus menjadi peringatan bagimu, dan kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi Yehuwa.” —KEL. 12:14.
1, 2. Perayaan apa yang perlu dipelajari semua orang Kristen? Mengapa?
HARI apa yang Saudara rayakan setiap tahun? Kalau sudah menikah, Saudara mungkin merayakan hari ulang tahun pernikahan. Yang lain mungkin memperingati suatu peristiwa penting dalam sejarah, misalnya hari kemerdekaan negeri mereka. Tapi, tahukah Saudara perayaan nasional apa yang sudah diadakan sejak kira-kira 3.500 tahun yang lalu?
Kisah Sebenarnya tentang Penciptaan
ARTIKEL UTAMA
MILIARAN orang pernah membaca atau mendengar kisah Alkitab tentang awal mula alam semesta. Kisah yang ditulis 3.500 tahun lalu itu dimulai dengan kalimat yang terkenal, ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
Namun, banyak orang tidak tahu bahwa para pemimpin gereja, juga para penganut kreasionisme dan fundamentalisme, telah mengubah kisah Alkitab tentang penciptaan ini menjadi berbagai cerita yang tidak sesuai dengan kisah yang sebenarnya. Apa yang mereka sampaikan juga bertentangan dengan fakta ilmiah. Akibatnya, banyak orang akhirnya menganggap kisah penciptaan dalam Alkitab sebagai dongeng belaka.
Banyak orang tidak mengetahui kisah Alkitab yang sebenarnya tentang penciptaan. Ini sungguh disayangkan, karena Alkitab justru memberikan penjelasan yang sangat logis dan bisa dipercaya mengenai awal mula alam semesta. Selain itu, penjelasannya juga selaras dengan temuan ilmiah. Ya, kisah Alkitab yang sebenarnya tentang penciptaan mungkin benar-benar di luar dugaan Anda!
Senin, 30 Desember 2013
Pemilik Abadi dari ”Maksud-Tujuan Kekal”
”MAKSUD-TUJUAN KEKAL”! Siapa lagi yang dapat mempunyai
maksud demikian kalau bukan Allah yang kekal? Evolusi yang dianut oleh banyak
sarjana moderen tidak bisa mempunyai maksud demikian, karena suatu kejadian
yang kebetulan, yang menjadi pangkal dari teori yang tak terbukti itu, tidak
terjadi dengan sengaja, menurut suatu maksud atau rencana. Pada abad ke-15
sebelum Penanggalan Umum, seorang pemberi hukum yang terkenal di dunia, yakni
Musa putera Amram, menarik perhatian kepada suatu Allah yang abadi, dengan
berkata:
2 ”Sebelum gunung2 dilahirkan, dan bumi dan
dunia diperanakkan, bahkan dari se-lama2-nya sampai se-lama2-nya Engkaulah
Allah. . . . Sebab di mataMu seribu tahun sama seperti hari kemarin,
apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.”—Kitab Mazmur,
Pasal 90, ayat 2-4.
3 Pada abad pertama dari Penanggalan Umum,
seorang yang beriman kepada Musa menarik perhatian kepada Allah yang sama, yang
tak berbatas pada waktu, baik di masa lampau maupun di masa yang akan datang.
Tulisnya: ”Hormat dan kemuliaan sampai se-lama2-nya bagi Raja segala zaman,
Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.” (1 Timotius 1:17)
Allah yang kekal sudah tentu dapat mempertahankan maksud-tujuannya sampai
terlaksana sepenuhnya, berapapun lamanya, bahkan kalau itu makan waktu beberapa
zaman.
Mengapa Banyak Orang Tidak Yakin?
Mengapa Banyak Orang Tidak Yakin?
BANYAK orang memperhatikan rancangan dalam alam namun demikian tidak percaya adanya seorang Perancang, seorang Pencipta. Mengapa tidak?
Apakah ketidakpercayaan ini disebabkan seseorang tidak menyetujui alasan bahwa rancangan membutuhkan seorang Perancang? Apakah ada bukti-bukti yang begitu bertentangan dengan hal ini sehingga rancangan dalam alam tidak lagi meyakinkan akal yang sehat dan cerdas?
Atau apakah alasan tersebut tetap ada, lebih kuat dari sebelumnya? Sebaliknya, apakah, seperti dikatakan rasul Paulus, orang-orang yang menolak untuk menerima apa yang nyata ’tidak dapat dimaafkan’?
Rancangan dalam Sejarah
Suatu tinjauan singkat ke dalam sejarah tentang hal ini dapat membantu. Pertama-tama, ada banyak orang ateis (tidak percaya adanya Allah) sepanjang abad. Tetapi sampai kira-kira satu abad yang lalu mereka tidak dapat mempengaruhi gagasan-gagasan agama dan ilmiah dengan serius.
Ilmuwan besar di masa lampau, seperti Isaac Newton (yang oleh penulis ilmu pengetahuan Isaac Asimov disebut ”akal ilmiah terbesar yang pernah ada di dunia ini”), percaya akan Allah. Mereka tidak menganggap ketidakpercayaan sebagai suatu mandat yang perlu untuk prestasi ilmiah mereka.
Sebaliknya, Newton dan banyak ilmuwan lain, maupun pemikir-pemikir besar dalam bidang-bidang lain, menyatakan bahwa rancangan dalam alam adalah bukti adanya seorang Perancang Agung, yaitu Allah. Itulah gagasan yang umum berlaku selama berabad-abad.
Apakah Allah Ada di Mana-Mana?
Pandangan Alkitab
Apakah Allah Ada di Mana-Mana?
ALLAH dengan tepat digambarkan sebagai pribadi yang mahakuasa dan mahatahu. Namun, dalam upaya lebih lanjut untuk menggambarkan kehebatan Allah, ada yang mengatakan bahwa Allah juga mahahadir. Mereka percaya bahwa Allah ada di mana-mana pada waktu yang sama.
Dua sifat pertama yang disebut di atas dengan jelas didukung oleh ajaran Alkitab. (Kejadian 17:1; Ibrani 4:13; Penyingkapan 11:17) Allah memang mahakuasa, dan Ia mahatahu dalam arti bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya. Tetapi, apakah Ia mahahadir? Apakah Allah ada di mana-mana, atau apakah Ia suatu pribadi yang mempunyai tempat tinggal yang spesifik?
Di Manakah Allah?
Dalam berapa ayat Alkitab, ”surga” disebut sebagai ’tempat tinggal Allah yang tetap’. (1 Raja 8:39, 43, 49; 2 Tawarikh 6:33, 39) Walaupun orang sering menunjuk ke langit sewaktu ingin menunjukkan letak surga, Alkitab menyatakan, ”Apakah Allah sungguh-sungguh akan tinggal bersama umat manusia di atas bumi? Lihat! Langit, ya, langit segala langit pun tidak dapat memuat engkau.”—2 Tawarikh 6:18.
”Allah adalah Roh,” kata Alkitab. (Yohanes 4:24) Karena itu, Ia tinggal di suatu alam roh yang bukan alam semesta atau langit. Jadi, sewaktu Alkitab menggambarkan ”surga” sebagai tempat tinggal Allah, yang sedang disorot adalah keagungan tempat Ia tinggal yang dikontraskan dengan lingkungan fisik tempat kita berdiam. Yang terpenting, Alkitab mengajarkan bahwa tempat tinggal Allah memang sangat berbeda dengan langit, atau jagad raya, namun Alkitab juga menunjukkan bahwa tempatnya sangat spesifik.—Ayub 2:1-2.
Apa Masa Depan Saudara?
Apa Masa Depan Saudara?
JIKA Allah yang Mahakuasa itu mahatahu, mengetahui semua hal di masa lalu, sekarang, dan di masa depan, bukankah seharusnya semua hal ditakdirkan untuk terjadi tepat seperti yang telah Allah lihat sebelumnya? Jika Allah telah melihat sebelumnya dan menetapkan haluan serta takdir akhir setiap manusia, dapatkah benar-benar dikatakan bahwa kita bebas memilih haluan hidup kita, masa depan kita?
Pertanyaan-pertanyaan ini telah diperdebatkan selama berabad-abad. Perbantahan masih terus memecah-belah agama-agama utama. Dapatkah kesanggupan Allah untuk mengetahui masa depan di muka diselaraskan dengan kehendak bebas manusia? Di mana seharusnya kita mencari jawabannya?
Jutaan orang di seluruh bumi sependapat bahwa Allah telah berkomunikasi dengan umat manusia melalui Firman-Nya yang tertulis yang disampaikan melalui para juru bicara-Nya, para nabi. Misalnya, Quran menunjukkan penyingkapan-penyingkapan yang berasal dari Allah: Taurāh (Taurat, Hukum, atau lima buku Musa), Zabūr (Mazmur), dan Injīl (Injil, Kitab-Kitab Yunani Kristen, atau ”Perjanjian Baru”), serta hal-hal yang disingkapkan kepada para nabi di Israel.
Dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen, kita membaca, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara.” (2 Timotius 3:16) Jelaslah, bimbingan atau penerangan apa pun yang kita terima haruslah berasal dari Allah sendiri. Kalau begitu, bukankah bijaksana untuk memeriksa tulisan-tulisan para nabi Allah di masa awal? Apa yang mereka singkapkan tentang masa depan kita?
Apakah Masa Depan Anda Ditakdirkan?--pandangan Alkitab.
Pandangan Alkitab
Apakah Masa Depan Anda Ditakdirkan?
Banyak orang percaya bahwa kehidupan dan masa depan mereka ditakdirkan oleh suatu kekuatan yang lebih tinggi. Menurut mereka, sejak dalam kandungan hingga mati, kita semua mengikuti apa yang sudah tersurat dalam pikiran Allah. ’Bagaimanapun juga,’ kata mereka, ’Allah mahakuasa dan serbatahu, atau mahatahu, jadi Ia pasti tahu setiap perincian tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.’
BAGAIMANA menurut Anda? Apakah Allah sudah menetapkan jalan hidup dan nasib akhir kita? Dengan kata lain, kebebasan memilih itu memang ada atau hanya ilusi? Apa yang Alkitab katakan?
Pengetahuan Sebelumnya—Total atau Selektif?
Alkitab jelas sekali menunjukkan bahwa Allah memiliki kemampuan untuk tahu sebelumnya. Menurut Yesaya 46:10, ’Sejak awal Dia tahu kesudahannya.’ Dia bahkan menggunakan sekretaris manusia untuk menulis banyak nubuat. (2 Petrus 1:21) Selain itu, nubuat-nubuat tersebut selalu menjadi kenyataan karena Allah punya hikmat maupun kuasa untuk menggenapinya secara terperinci. Maka, Allah tidak hanya bisa tahu sebelumnya tetapi kalau mau Ia pun bisa menetapkan sebelumnya berbagai peristiwa. Namun, apakah Allah menetapkan sebelumnya nasib setiap orang atau bahkan jumlah orang yang akan memperoleh keselamatan? Menurut Alkitab, tidak.
Apakah Allah Tahu Adam dan Hawa Akan Berdosa?
BANYAK orang benar-benar ingin mengetahui jawaban pertanyaan ini. Apabila timbul persoalan mengenai mengapa Allah mengizinkan kefasikan, yang segera menjadi fokus adalah dosa pasangan manusia pertama di Taman Eden. Gagasan bahwa ’Allah mahatahu’ bisa langsung membuat beberapa orang menyimpulkan bahwa Allah pasti sudah tahu Adam dan Hawa bakal tidak taat kepada-Nya.
Jika Allah memang sudah tahu sebelumnya bahwa pasangan sempurna ini akan berdosa, apa implikasinya? Konsep tersebut akan menyiratkan bahwa Allah punya banyak perangai negatif. Ia akan tampak tidak pengasih, tidak adil, dan tidak tulus. Ada yang mungkin menyatakan Allah kejam karena menghadapkan manusia pertama pada situasi yang sudah diketahui akan berakhir buruk. Allah bisa tampak bertanggung jawab atas—atau setidaknya terlibat dalam—semua keburukan dan penderitaan sepanjang sejarah. Bagi beberapa orang, Pencipta kita bahkan akan kelihatan bodoh.
Apakah Allah Yehuwa, sebagaimana disingkapkan dalam Alkitab, cocok dengan gambaran negatif tersebut? Untuk menjawabnya, mari kita periksa apa yang Alkitab katakan tentang karya ciptaan dan kepribadian Yehuwa.
HIKMAT
Makna hikmat dalam Alkitab menandaskan pertimbangan yang masuk akal, berdasarkan pengetahuan dan pengertian; kesanggupan menggunakan pengetahuan dan pengertian dengan sukses untuk memecahkan masalah, menghindari bahaya, mencapai tujuan-tujuan tertentu, atau menasihati orang lain dalam hal-hal itu. Hikmat berlawanan dan sering dikontraskan dengan kebebalan, kebodohan, dan kegilaan.—Ul 32:6; Ams 11:29; Pkh 6:8.
Kata dasar yang mengandung arti hikmat dalam bahasa Ibrani adalah khokh·mah′ (kata kerja, kha·kham′), dan dalam bahasa Yunani adalah so·fi′a, disertai bentuk-bentuk lainnya yang terkait. Dan juga, ada kata Ibrani tu·syi·yah′, yang bisa diterjemahkan ”pekerjaan yang membawa hasil baik” atau ”hikmat yang praktis”, dan kata Yunani fro′ni·mos dan fro′ne·sis (dari fren, ”pikiran”), yang berkaitan dengan ”akal sehat”, ”kebijaksanaan”, atau ”hikmat yang praktis”.
Hikmat menyiratkan luasnya pengetahuan dan dalamnya pengertian, kedua-duanya menghasilkan pertimbangan yang masuk akal dan jelas, yang menjadi ciri hikmat. Orang berhikmat ”menyimpan pengetahuan bagaikan harta”, memiliki tabungan pengetahuan untuk digunakan jika dibutuhkan. (Ams 10:14) Meskipun ”hikmat adalah hal pokok”, nasihat yang diberikan ialah ”dengan semua yang engkau dapatkan, dapatkanlah pengertian”. (Ams 4:5-7) Pengertian (istilah yang luas maknanya, yang sering kali mencakup daya pengamatan) menambah kekuatan kepada hikmat, banyak menambah kebijaksanaan dan kesanggupan untuk melihat ke depan, yang juga merupakan ciri-ciri penting hikmat. Kebijaksanaan menyiratkan kearifan dan bisa dinyatakan dalam tindakan yang hati-hati, pengendalian diri, kesahajaan, atau pengekangan. ”Pria yang bijaksana [bentukan dari fro′ni·mos]” membangun rumahnya di atas batu, karena telah mengantisipasi badai; pria yang bodoh membangun rumahnya di atas pasir dan menderita malapetaka.—Mat 7:24-27.
Pengertian membentengi hikmat dengan cara-cara lain. Misalnya, seseorang bisa jadi menaati perintah tertentu dari Allah karena ia sadar bahwa ketaatan demikian adalah hal yang benar, dan dalam hal ini ia memperlihatkan hikmat. Namun, jika ia benar-benar mengerti alasan yang mendasari perintah itu, maksud baik di baliknya, dan manfaat yang dihasilkannya, tekad hatinya untuk terus berjalan pada haluan hikmat tersebut akan sangat dikuatkan. (Ams 14:33) Amsal 21:11 mengatakan bahwa ”dengan memberikan pemahaman kepada orang berhikmat, seseorang memperoleh pengetahuan”. Orang yang berhikmat senang memperoleh informasi apa pun yang akan memperjelas pandangannya tentang akar suatu situasi, kondisi, dan penyebab masalah tertentu. Dengan demikian, ia ”memperoleh pengetahuan” tentang apa yang harus dilakukan dan mengetahui kesimpulan apa yang harus diambil, apa yang diperlukan untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi.—Bdk. Ams 9:9; Pkh 7:25; 8:1; Yeh 28:3; lihat PEMAHAMAN.
Rabu, 25 Desember 2013
Selasa, 24 Desember 2013
Tetragrammaton
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
YHWH beralih ke halaman ini.
Yahweh beralih ke halaman ini.
Yehuwa beralih ke halaman ini.
Jahowa beralih ke halaman ini.
Jehovah beralih ke halaman ini.
Tetragrammaton (Bahasa Yunani: τετραγράμματον kata dengan empat huruf) nama dalam bahasa Ibrani untuk Tuhan, yang dieja (dalam huruf Ibrani); י (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה (YHWH), tetragramaton adalah nama pribadi dari Tuhan orang Israel.Senin, 23 Desember 2013
Yesus Kristus— Apa yang Ia Lakukan Sekarang?
AJARLAH ANAK ANDA
Pada bulan Desember, di mana-mana ada gambar atau patung bayi Yesus. Bayi Yesus itu tidur di palungan, yaitu sebuah kotak besar tempat makanan binatang. Tapi, apakah kamu cuma ingat Yesus waktu dia masih bayi?— * Sebenarnya, ada sesuatu tentang Yesus yang jauh lebih penting untuk diingat. Pertama, ayo kita lihat apa yang terjadi atas beberapa gembala di dekat Betlehem suatu malam.
Mengapa Kita Butuh Allah?
Banyak orang merasa mereka bisa hidup tanpa Allah atau terlalu sibuk untuk mengingat Dia. Apakah mengenal dan mengingat Allah memang penting?
Minggu, 22 Desember 2013
Yesus
PANDANGAN ALKITAB
Apakah Yesus itu Allah?
”Tidak seorang pun pernah melihat Allah.”—Yohanes 1:18.
APA KATA ORANG
Banyak yang yakin bahwa Yesus bukan Allah. Yang lain berpendapat bahwa menurut beberapa ayat Alkitab, Yesus setara dengan Allah.
Caranya Menjadi Pendengar yang Baik
BANTUAN UNTUK KELUARGA | PERKAWINAN
TANTANGANNYA
”Kamu enggak pernah dengerin aku!” kata teman hidup Anda. ’Lho? Aku dengerin kok,’ pikir Anda. Rupanya, apa yang ingin dia sampaikan berbeda dengan maksud yang Anda tangkap. Akibatnya, kalian pun bertengkar.
Kalian bisa menghindari masalah semacam ini. Pertama-tama, coba perhatikan apa saja yang bisa membuat Anda tidak menangkap maksud kata-kata teman hidup Anda, padahal Anda merasa sudah mendengarkan.
Jumat, 20 Desember 2013
BENARKAH YESUS LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER?
Kitab Perjanjian Baru tidak memberikan informasi tanggal kelahiran Yesus sehingga pemunculan tanggal 25 Desember menimbulkan berbagai kontroversi diantara kalangan Kristen sendiri. Darimana asal usul perayaan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember? Pertanyaan ini membelah menjadi dua kelompok jawaban. Kelompok pertama menghubungkan tanggal 25 Desember kepada perayaan paganisme Roma yang diadopsi dalam Kekristenan. Kelompok kedua menghubungkan tanggal 25 Desember pada catatan kuno Bapa Gereja sebelum Konsili Nicea.
Pandangan Pertama:
Asal Usul Paganisme Dari Natal 25 Desember
Pandangan pertama menghubungkan perayaan Christmass pada tanggal 25 Desember dengan adopsi unsur-unsur kekafiran oleh gereja Katolik maupun Ortodox. Perhatikan beberapa kutipan berikut:
Pandangan Pertama:
Asal Usul Paganisme Dari Natal 25 Desember
Pandangan pertama menghubungkan perayaan Christmass pada tanggal 25 Desember dengan adopsi unsur-unsur kekafiran oleh gereja Katolik maupun Ortodox. Perhatikan beberapa kutipan berikut:
Seorang Ahli Bedah Ortopedi Menjelaskan Imannya
WAWANCARA | IRÈNE HOF LAURENCEAU
Dr. Irène Hof Laurenceau adalah seorang ahli bedah ortopedi di Swiss. Pada suatu waktu, ia pernah meragukan keberadaan Allah. Tetapi, bertahun-tahun kemudian, dia akhirnya menyimpulkan bahwa Allah ada dan bahwa Ia adalah Sang Pencipta kehidupan. Sedarlah! mewawancarainya tentang pekerjaannya dan imannya.
Langganan:
Postingan (Atom)








