Minggu, 22 Februari 2015

INKUISISI - ROMA KATOLIK :




Penganiayaan oleh Paus & Inkuisisi (1208-1834)



Penganiayaan oleh Paus 


Sampai sekitar abad ke-12, sebagian besar penganiayaan terhadap orang-orangyang percaya kepada Kristus yang sejati datang dari dunia kafir, tetapi sekarang gereja di Roma membuang kebenaran Alkitab, perintah untuk mengasihi, dan mengambil pedang untuk melawan semua orang yang menentang doktrin dan tradisi palsu yang makin menjadi

Selasa, 10 Februari 2015

Alasan Seorang Pastor Keluar dari Gereja

WAWANCARA | ANTONIO DELLA GATTA


00:00
07:05
SETELAH sembilan tahun belajar di Roma, Antonio Della Gatta menjadi pastor pada 1969. Ia lalu ditugaskan di seminari, atau sekolah pastor, di dekat Naples, Italia. Di sana ia menjadi rektor, atau kepala. Saat itulah ia banyak belajar dan berpikir. Hasilnya, ia sadar bahwa agama Katolik tidak sesuai Alkitab. Ia bercerita kepada Sedarlah!tentang perjalanannya mencari Allah.
Boleh ceritakan tentang masa kecil Anda?
Antonio Della Gatta menunjukkan foto dirinya saat menjadi pastor semasa muda dulu
Saya lahir di desa kecil di Italia tahun 1943. Ayah saya petani dan tukang kayu. Ia dan ibu mengajar saya dan kakak-adik saya menjadi orang Katolik yang saleh.
Mengapa Anda mau jadi Pastor?
Waktu masih kecil, saya senang sekali dengar pastor berkhotbah di gereja. Suaranya enak didengar dan saya suka upacara ibadatnya. Jadi, saya bertekad untuk jadi pastor. Saat umur 13, ibu memasukkan saya ke sekolah asrama yang khusus melatih anak-anak lelaki untuk menjadi pastor.
Apakah Anda belajar Alkitab selama pelatihan itu?

Senin, 26 Januari 2015

ALKITAB


Tulisan-Tulisan Kudus, Firman Yehuwa yang terilham, yang diakui sebagai buku yang paling terkemuka sepanjang masa oleh karena usianya yang sudah tua, jumlah sirkulasinya, jumlah bahasa terjemahannya, keunggulannya sebagai mahakarya sastra, dan nilainya yang luar biasa penting bagi seluruh umat manusia. Alkitab tidak bergantung pada buku-buku lain dan tidak meniru buku lain mana pun. Alkitab itu sendiri memang sudah unggul, sehingga pujian tertuju kepada Pengarangnya yang unik. Alkitab juga berbeda karena telah bertahan melewati kontroversi yang lebih keras dibandingkan dengan buku lain mana pun, mengingat ada banyak musuh yang membencinya.
Nama. Kata bahasa Inggris Bible diambil melalui bahasa Latin dari kata Yunani bi·bli′a, yang artinya ”buku-buku kecil”. Kata ini selanjutnya berasal dari bi′blos, kata yang menunjukkan bagian dalam tanaman papirus yang digunakan untuk membuat semacam kertas yang primitif. Gebal, sebuah kota di Fenisia, yang terkenal karena perdagangan kertas papirusnya, dinamakan ”Biblos” oleh orang Yunani. (Lihat Yos 13:5, Rbi8, ctk.) Seraya waktu berlalu, kata bi·bli′a digunakan untuk memaksudkan berbagai karya tulis, gulungan, buku, dan akhirnya koleksi buku kecil yang membentuk Alkitab. Yerome menyebut koleksi ini Biblioteka Divina, Perpustakaan Ilahi.
Yesus dan para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen menyebut koleksi tulisan suci itu sebagai ”Tulisan-Tulisan Kudus”, atau ”Tulisan-Tulisan yang kudus”, ”tulisan-tulisan kudus”. (Mat 21:42; Mrk 14:49; Luk 24:32; Yoh 5:39; Kis 18:24; Rm 1:2; 15:4; 2Tim 3:15, 16) Koleksi tersebut merupakan pernyataan tertulis dari Allah yang suka berkomunikasi, Firman Allah, dan hal ini nyata dari frasa-frasa seperti ”pernyataan dari mulut Yehuwa” (Ul 8:3), ”perkataan Yehuwa” (Yos 24:27), ”perintah Yehuwa” (Ezr 7:11), ”hukum Yehuwa”, ”pengingat dari Yehuwa”, ”titah-titah dari Yehuwa” (Mz 19:7, 8), ”firman Yehuwa” (Yes 38:4; 1Tes 4:15), ’ucapan Yehuwa’ (Mat 4:4). Berulang-ulang tulisan ini disebut sebagai ”pernyataan-pernyataan suci Allah”.—Rm 3:2; Kis 7:38; Ibr 5:12; 1Ptr 4:11.

Kamis, 15 Januari 2015

Keotentikan Naskah Perjanjian Baru




Pengantar

Kritikus Alkitab mempertanyakan keotentikan/keabsahan Perjanjian Baru. Ada yang bilang cerita Perjanjian Baru adalah rekayasa pribadi yang tidak historis. Ada yang bilang Injil hanya mitos atau legenda. Atau ada juga yang bilang Yesus memang ada, tetapi tidak pernah disalib maupun bangkit.
Apakah Perjanjian Baru itu otentik, berasal dari sumber yang sah? Mungkinkah ada distorsi sejarah yang mengubah peristiwa asli?
 
Ada 3 hal yang menentukan otoritas keotentikan naskah Perjanjian Baru
1.  Penyelidikan manuskrip-manuskrip(naskah-naskah salinan kuno) Perjanjian Baru.
2. Perbandingan manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru dengan manuskrip-manuskrip kuno yang lain.
3. Penanggalan naskah asli  Perjanjian Baru.

Selasa, 18 November 2014

KANON




(Alkitab).

Pada mulanya, buluh (Ibr., qa·neh) berfungsi sebagai patokan atau alat pengukur. (Yeh 40:3-8; 41:8; 42:16-19) Rasul Paulus menggunakan ka·non untuk ”daerah” yang telah dibagikan sebagai tempat tugasnya, dan sekali lagi untuk ”peraturan tingkah laku” sebagai tolok ukur tindakan orang Kristen. (2Kor 10:13-16; Gal 6:16) ”Kanon Alkitab” belakangan memaksudkan katalog buku-buku terilham yang layak digunakan sebagai tolok ukur untuk iman, doktrin, dan tingkah laku.—Lihat ALKITAB.



Penulisan sebuah buku agama, pelestariannya selama ratusan tahun, dan fakta bahwa jutaan orang menghargainya, tidak secara langsung membuktikan bahwa buku itu berasal dari Allah atau kanonis. Harus ada jaminan bahwa Allah adalah Pengarangnya dan yang mengilhamkannya. Rasul Petrus menyatakan, ”Nubuat tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi manusia mengatakan apa yang berasal dari Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus.” (2Ptr 1:21) Dengan memeriksa kanon Alkitab, kita dapat melihat bahwa isinya memenuhi kriteria ini dalam setiap aspeknya.

Kitab-Kitab Ibrani. Alkitab diawali dengan tulisan-tulisan Musa, tahun 1513 SM. Tulisan-tulisan ini melestarikan perintah dan hukum Allah kepada Adam, Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub, dan juga peraturan-peraturan dalam perjanjian Hukum. Apa yang disebut Pentateukh mencakup lima buku, yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Buku Ayub, yang tampaknya juga ditulis oleh Musa, melengkapi sejarah setelah kematian Yusuf (1657 SM) dan sebelum Musa terbukti sebagai hamba Allah yang memelihara integritas, suatu masa ketika ”tidak ada seorang pun yang seperti [Ayub] di bumi”. (Ayb 1:8; 2:3) Musa juga menulis Mazmur 90 dan, mungkin, 91.

Mengingat bukti internalnya, sama sekali tidak diragukan bahwa tulisan-tulisan Musa ini berasal dari sumber ilahi, diilhamkan Allah, kanonis, dan adalah pedoman yang aman untuk ibadat murni. Bukan atas prakarsanya sendiri Musa menjadi pemimpin dan komandan orang Israel; pada mulanya Musa enggan menerima kedudukan itu. (Kel 3:10, 11; 4:10-14) Allah-lah yang mengangkat Musa dan mengaruniakan kepadanya kuasa untuk mengadakan mukjizat, sehingga bahkan imam-imam Firaun yang mempraktekkan ilmu gaib terpaksa mengakui bahwa apa yang Musa lakukan berasal dari Allah. (Kel 4:1-9; 8:16-19) Jadi, Musa menjadi orator dan penulis bukan atas ambisi pribadinya. Sebaliknya, karena menaati perintah Allah dan menerima roh kudus sebagai bukti pengangkatan ilahi itulah Musa tergerak untuk pertama-tama berbicara dan kemudian menuliskan sebagian dari kanon Alkitab.—Kel 17:14.

APOKRIFA




 

Makna asli kata Yunani a·pokry·fos digunakan dalam tiga ayat Alkitab untuk memaksudkan hal-hal yang ”terselubung dengan cermat” atau ”tersembunyi dengan cermat”. (Mrk 4:22; Luk 8:17; Kol 2:3) Jika diterapkan untuk karya-karya tulis, kata itu pada mulanya memaksudkan karya tulis yang tidak dibacakan di depan umum, dengan demikian ”terselubung” dari orang lain. Namun, belakangan kata itu mengandung arti tidak asli atau tidak kanonis, dan dewasa ini paling umum digunakan untuk memaksudkan tulisan-tulisan tambahan yang oleh Gereja Katolik Roma pada Konsili Trente (1546) dinyatakan sebagai bagian kanon Alkitab. Para penulis Katolik menyebut buku-buku ini deuterokanonika, artinya ”bagian dari kanon kedua (atau terkemudian)”, untuk membedakannya dari buku-buku protokanonika.



Tulisan-tulisan tambahan ini ialah Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Salomo, Yesus bin Sirakh, Barukh, 1 dan 2 Makabe, tambahan-tambahan pada kitab Ester, dan tiga tambahan pada kitab Daniel: Nyanyian Ketiga Anak Kudus, Susana dan para Tua-Tua, dan Kebinasaan Bel dan Naga. Kapan tepatnya buku-buku ini ditulis tidak dapat dipastikan, tetapi menurut bukti yang ada, tidak lebih awal daripada abad kedua atau ketiga SM.

Bukti yang Menentang Kekanonisannya. Meskipun dalam beberapa kasus tulisan-tulisan ini mengandung beberapa nilai sejarah, pernyataan bahwa tulisan-tulisan ini kanonis tidak didukung oleh dasar kuat apa pun. Bukti menunjukkan bahwa kanon Ibrani ditutup pada abad kelima SM, dengan selesainya penulisan buku Ezra, Nehemia, dan Maleakhi. Tulisan-tulisan Apokrifa tidak pernah dimasukkan ke dalam kanon Yahudi untuk Tulisan-Tulisan Kudus yang terilham dan sekarang pun tidak menjadi bagiannya.

Sejarawan Yahudi abad pertama bernama Yosefus memperlihatkan bahwa yang diakui hanyalah beberapa buku (dari kanon Ibrani) yang dipandang suci tersebut, dengan menyatakan, ”Kami tidak memiliki banyak sekali buku yang tidak konsisten, yang saling bertentangan. Buku-buku kami, yang secara sah diakui, hanya ada dua dan dua puluh [sama dengan ke-39 Kitab-Kitab Ibrani menurut pembagian zaman modern], dan memuat catatan tentang segala zaman.” Setelah itu, ia dengan jelas memperlihatkan bahwa ia tahu akan keberadaan buku-buku Apokrifa, juga bahwa buku-buku itu tidak dimasukkan dalam kanon Ibrani, dengan menambahkan, ”Sejak Artahsasta hingga zaman kami, sejarah lengkap telah ditulis, tetapi tidak dianggap pantas disamakan nilainya dengan catatan-catatan yang lebih awal, karena tidak ada urutan nabi yang tepat.”—Against Apion, I, 38, 41 (8).

Senin, 03 November 2014

Yehuwa . . . Besar Kekuatannya



1, 2. Hal-hal menakjubkan apa yang pernah Elia lihat selama hidupnya, tetapi peristiwa-peristiwa spektakuler apa yang ia saksikan dari gua di Gunung Horeb?
ELIA pernah melihat hal-hal yang menakjubkan sebelumnya. Ia pernah melihat burung-burung gagak besar membawakan makanan untuknya dua kali sehari sewaktu ia sedang berada di persembunyian. Ia pernah melihat dua wadah menyediakan tepung dan minyak selama suatu masa kelaparan yang panjang dan kedua wadah itu tidak pernah kosong. Ia bahkan pernah melihat api turun dari langit sebagai jawaban atas doanya. (1 Raja, pasal 17, 18) Namun, Elia belum pernah melihat sesuatu yang sedemikian menakjubkan seperti yang berikut ini.
2 Sewaktu sedang mendekam di dekat mulut sebuah gua di Gunung Horeb, ia menyaksikan serangkaian peristiwa spektakuler. Pertama-tama, ada angin. Angin tersebut pastilah menggemuruh, menimbulkan suara yang memekakkan telinga, karena angin tersebut amat dahsyat sampai-sampai membelah gunung-gunung dan menghancurkan bukit-bukit karang. Kemudian terjadilah gempa bumi, yang menyebabkan terlepasnya kekuatan yang luar biasa besar yang tersimpan dalam kerak bumi. Setelah itu, datanglah api. Seraya api itu menyapu kawasan tersebut, agaknya Elia bisa merasakan embusan angin panasnya yang menyengat.1 Raja 19:8-12.
”Lihat! Yehuwa sedang lewat”
3. Elia menyaksikan bukti tentang sifat ilahi yang mana, dan di mana kita dapat melihat bukti akan sifat yang sama?
3 Beragam peristiwa yang Elia saksikan itu memiliki satu persamaan—semuanya adalah pertunjukan kuasa atau kekuatan yang besar dari Allah Yehuwa. Tentu saja, kita tidak perlu melihat mukjizat untuk memahami bahwa Allah memiliki sifat tersebut. Sifat itu mudah terlihat. Alkitab memberi tahu kita bahwa ciptaan membuktikan ’kuasa kekal dan Keilahian’ Yehuwa. (Roma 1:20) Cobalah pikirkan kilat yang menyilaukan dan badai guntur yang menggelegar, jeram yang luar biasa indahnya dari sebuah air terjun yang sangat besar, langit berbintang yang tak terhingga luasnya! Tidakkah Saudara melihat kuasa Allah dalam semua ciptaan itu? Namun,  dewasa ini hanya segelintir orang yang benar-benar mengakui kuasa Allah. Bahkan, lebih sedikit lagi orang yang memiliki pandangan yang tepat mengenainya. Akan tetapi, pemahaman tentang sifat ilahi ini memberi kita banyak alasan untuk mendekat kepada Yehuwa. Pada bagian ini, kita akan secara terperinci mempelajari kuasa Yehuwa yang tiada bandingannya.

Yehuwa . . . Besar Kekuatannya



1, 2. Hal-hal menakjubkan apa yang pernah Elia lihat selama hidupnya, tetapi peristiwa-peristiwa spektakuler apa yang ia saksikan dari gua di Gunung Horeb?
ELIA pernah melihat hal-hal yang menakjubkan sebelumnya. Ia pernah melihat burung-burung gagak besar membawakan makanan untuknya dua kali sehari sewaktu ia sedang berada di persembunyian. Ia pernah melihat dua wadah menyediakan tepung dan minyak selama suatu masa kelaparan yang panjang dan kedua wadah itu tidak pernah kosong. Ia bahkan pernah melihat api turun dari langit sebagai jawaban atas doanya. (1 Raja, pasal 17, 18) Namun, Elia belum pernah melihat sesuatu yang sedemikian menakjubkan seperti yang berikut ini.
2 Sewaktu sedang mendekam di dekat mulut sebuah gua di Gunung Horeb, ia menyaksikan serangkaian peristiwa spektakuler. Pertama-tama, ada angin. Angin tersebut pastilah menggemuruh, menimbulkan suara yang memekakkan telinga, karena angin tersebut amat dahsyat sampai-sampai membelah gunung-gunung dan menghancurkan bukit-bukit karang. Kemudian terjadilah gempa bumi, yang menyebabkan terlepasnya kekuatan yang luar biasa besar yang tersimpan dalam kerak bumi. Setelah itu, datanglah api. Seraya api itu menyapu kawasan tersebut, agaknya Elia bisa merasakan embusan angin panasnya yang menyengat.1 Raja 19:8-12.
”Lihat! Yehuwa sedang lewat”
3. Elia menyaksikan bukti tentang sifat ilahi yang mana, dan di mana kita dapat melihat bukti akan sifat yang sama?
3 Beragam peristiwa yang Elia saksikan itu memiliki satu persamaan—semuanya adalah pertunjukan kuasa atau kekuatan yang besar dari Allah Yehuwa. Tentu saja, kita tidak perlu melihat mukjizat untuk memahami bahwa Allah memiliki sifat tersebut. Sifat itu mudah terlihat. Alkitab memberi tahu kita bahwa ciptaan membuktikan ’kuasa kekal dan Keilahian’ Yehuwa. (Roma 1:20) Cobalah pikirkan kilat yang menyilaukan dan badai guntur yang menggelegar, jeram yang luar biasa indahnya dari sebuah air terjun yang sangat besar, langit berbintang yang tak terhingga luasnya! Tidakkah Saudara melihat kuasa Allah dalam semua ciptaan itu? Namun,  dewasa ini hanya segelintir orang yang benar-benar mengakui kuasa Allah. Bahkan, lebih sedikit lagi orang yang memiliki pandangan yang tepat mengenainya. Akan tetapi, pemahaman tentang sifat ilahi ini memberi kita banyak alasan untuk mendekat kepada Yehuwa. Pada bagian ini, kita akan secara terperinci mempelajari kuasa Yehuwa yang tiada bandingannya.

Lihat! Inilah Allah Kita


1, 2. (a) Pertanyaan apa saja yang ingin Saudara ajukan kepada Allah? (b) Apa yang Musa tanyakan kepada Allah?
DAPATKAH Saudara membayangkan bagaimana rasanya bercakap-cakap dengan Allah? Memikirkannya saja sudah menggugah perasaan takjub—Pribadi Yang Berdaulat di alam semesta berbicara kepada Saudara! Pada awalnya, Saudara ragu, tetapi akhirnya Saudara dapat menjawab. Ia mendengarkan, Ia menanggapi, dan bahkan Ia membuat Saudara merasa leluasa untuk mengajukan pertanyaan apa saja. Nah, apa yang ingin Saudara tanyakan?
2 Lama berselang, ada seorang pria yang berada dalam situasi yang persis seperti itu. Namanya adalah Musa. Namun, pertanyaan yang ia pilih untuk diajukan kepada Allah bisa jadi mengejutkan Saudara. Ia tidak bertanya tentang dirinya sendiri, masa depannya, atau bahkan keadaan menyedihkan yang dialami umat manusia. Sebaliknya, ia menanyakan nama Allah. Pertanyaan itu mungkin aneh bagi Saudara karena Musa sudah mengetahui nama pribadi Allah. Kalau begitu, pertanyaannya pasti mempunyai makna yang lebih dalam. Sebenarnya, itulah pertanyaan terpenting yang pernah Musa ajukan. Jawabannya mempengaruhi kita semua. Jawaban tersebut dapat membantu Saudara mengambil sebuah langkah penting untuk mendekat kepada Allah. Mengapa demikian? Marilah kita tinjau percakapan yang luar biasa tersebut.
3, 4. Peristiwa apa yang mendahului percakapan Musa dengan Allah, dan apa inti percakapan itu?

Rabu, 29 Oktober 2014

Asal Mula Bangsa Yahudi dan Palestina bagian I



SEJARAH bangsa Israel bermula dari hijrahnya Nabi Ibrahim pada tahun 1900 SM bersama pengikutinya dari Babilonia yang menghindari tekanan dari penguasa zalim Namruz. Orang-orang ini disebut dengan sebutan Ibrani yang berarti orang yang menyeberang. Pemilihan nama ini muncul karena saat Nabi Ibrahim hijrah dari Babilon ke Kan’an (Palestina) harus melintasi sungai Eufrat. Sejak saat itu kelompok muhajirin dan keturunannya menjadi suatu bangsa yang dinamai bangsa Ibrani.
Sedangkan bangsa Kan’an berasal dari jazirah Arab pada tahun 2500 SM. Mereka kemudian membangun sekitar 200 kota dan desa di sana seperti Pisan, Alqolan, Aka, Haifa, al Khalil, Usud, Bi’ru Alsaba’ dan Betlehem. Mayoritas penduduk Palestina sekarang khususnya di wilayah pedesan merupakan turunan dari kabilah bangsa Kan’an, Umuriyah dan Filistin.
Nama Palestina sendiri diambil dari salah satu nama bangsa pelaut yang bermukum di pesisir dan berasimilasi dengan bangsa Kan’an. Bangsa Filistin kemungkinan datang dari daerah barat Asia kecil dan wilayah laut Ijah sekitar abad ke 12 SM.
Setelah Nabi Ibrahim wafat, kepemimpinan bangsa Ibrani selanjutnya diteruskan oleh Nabi Ishak, putranya. Selanjutnya Nabi Ishak digantikan oleh putranya Nabi Ya’kub. Nabi Ya’kub mempunyai gelar kehormatan yang disebut Israel, artinya hamba Allah yang amat taat. Beliau mempunyai 12 putera yaitu Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf dan Bunyamin.
Anak cucu Ya’kub inilah yang kemudian dikenal sebagai Bani Israel atau anak cucu Israel. Di antara seluruh putera Ya’kub, yang paling banyak keturunan adalah Yahuda, maka bangsa Bani Israel pun dibangsakan kepada Yahuda dengan sebutan Yahudi.
Ketika Nabi Yusuf menjadi pejabat di pemerintahan Firaun, semua anak cucu Ya’kub kemudian hijrah ke Mesir. Di sana mereka diperlakukan dengan baik oleh Pharao atau Firaun zaman itu. Namun berabad-abad kemudian muncullah Firaun yang tidak suka pada mereka, namanya Thotmosis. Karena kekhawatirannya terhadap perkembangan bangsa Israel dan juga tidak suka pada aga tauhid yang dianuntnya, menyebabkan kedengkian dan menjadikan Bani Israel sebagai budak.
Pada abad ke 13 SM Allah kemudian mengutus Musa dan Harun untuk membebaskan Bani Israel dan mengajak Firaun untuk bertauhid. Tetapi Firaun menolak dan semakin menindas bangsa Israel hingga akhirnya Musa mengajak mereka kembali hijrah ke Kan’an. Firaun mencoba mencegah peristiwa hijrah tersebut, namun akhirnya ia tenggelam di Laut Merah. Sedangkan Bani Israel selamat mendarat di gurun Sinai.

Selasa, 28 Oktober 2014

Nuh,Ia ”Berjalan dengan Allah yang Benar”


Tirulah Iman Mereka

Nuh membawa alat untuk membangun bahtera
 PASAL DUA

Ia ”Berjalan dengan Allah yang Benar”

1, 2. Proyek apa yang melibatkan Nuh dan keluarganya, dan tantangan apa saja yang mereka hadapi?
NUH meluruskan punggungnya lalu meregangkan otot-ototnya yang kaku. Bayangkan ia sedang duduk di atas sebuah balok kayu yang lebar, beristirahat sejenak dari pekerjaannya sambil memandangi rangka bahtera yang sangat besar itu. Bau menyengat ter panas tercium; suara alat-alat pertukangan kayu senantiasa bergema. Dari tempat ia duduk, Nuh bisa melihat putra-putranya yang sedang bekerja keras di berbagai bagian rangka kayu yang sangat besar itu. Putra-putranya, istri-istri mereka, dan istrinya sendiri telah bekerja bersama dia dalam proyek ini selama beberapa puluh tahun. Sudah banyak yang telah mereka kerjakan, tetapi masih ada banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan!
2 Orang-orang di daerah itu menganggap mereka bodoh. Semakin kelihatan bentuk bahtera itu, orang-orang malah semakin menertawakan peringatan Nuh tentang air bah yang akan melanda seluruh bumi itu. Bencana yang terus-menerus diperingatkan oleh Nuh terlihat sangat jauh, sangat mustahil! Mereka tidak habis pikir mengapa ada orang yang mau menghabiskan kehidupannya—dan kehidupan keluarganya—demi proyek yang bodoh itu. Tetapi, Allahnya Nuh, Yehuwa, memandang Nuh dengan cara yang sangat berbeda.
3. Apa maksudnya Nuh berjalan dengan Allah?
3 Firman Allah mengatakan, ”Nuh berjalan dengan Allah yang benar.” (Baca Kejadian 6:9.) Apa artinya? Itu tidak berarti Allah berjalan di bumi, atau Nuh entah bagaimana caranya pergi ke surga. Tetapi, karena Nuh sepenuhnya menaati Allah dan sangat mengasihi-Nya, bisa dikatakan seolah-olah Yehuwa dan Nuh berjalan bersama seperti sahabat. Ribuan tahun kemudian, Alkitab mengatakan tentang Nuh, ”Melalui iman[-nya] ia menghukum dunia.” (Ibr. 11:7) Apa maksudnya? Apa yang bisa kita pelajari dari imannya?

”Simbol yang Kelam dan Dahsyat”



DI SEBELAH timur Sungai Motoyasu di Kota Hiroshima, Jepang, ada bangunan yang sudah separuh hancur sejak 1945. Mengapa itu tidak dibangun lagi selama hampir 70 tahun?
Rampung pada 1915, bangunan tiga lantai yang terbuat dari batu bata dan semen ini berfungsi sebagai balai pameran perindustrian. Tapi pada 6 Agustus 1945, pukul 8.15 pagi, semuanya berubah. Detik itu bom atom pertama yang digunakan dalam perang meledak di atas kota itu pada ketinggian 550 meter, hampir persis di atas balai pameran itu. Semua yang ada di dalamnya tewas seketika. Namun, struktur inti bangunan itu tetap berdiri.
Bangunan yang dilestarikan ini adalah ”simbol yang kelam dan dahsyat tentang kekuatan penghancur paling hebat yang pernah dibuat manusia” kata sebuah artikel UNESCO *. Pada 1996, bangunan itu ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai Monumen Perdamaian Hiroshima.
Sayangnya, monumen yang menyayat hati ini tidak berhasil menghentikan perang, yang sering disebabkan oleh keserakahan, nasionalisme, dan kebencian ras, agama, dan suku. Jadi, apakah perang akan selalu ada?

Kunci Hidup Bahagia

SEDARLAH! NOVEMBER 2014


Alkitab berisi nasihat yang bisa membuat Anda hidup bahagia. Perhatikanlah empat contoh nasihat Alkitab yang bisa dipercaya.

Mengamati Dunia

Topik: pembatalan program perlindungan hutan hujan Ekuador, sulitnya melacak darah yang tercemar HIV, dan perebutan hak asuh hewan piaraan di Australia.

Kunci Hidup Bahagia

Bisakah nasihat Alkitab benar-benar membuat hidup Anda bahagia? Artikel ini membahas empat prinsip Alkitab yang sangat ampuh.

Senin, 27 Oktober 2014

MATI, KEMATIAN



Berhentinya semua fungsi kehidupan, karena itu, adalah lawan kehidupan. (Ul 30:15, 19) Dalam Alkitab, kata-kata bahasa asli yang sama untuk ”kematian” atau ”hampir mati” berlaku untuk manusia, binatang, dan tanaman. (Pkh 3:19; 9:5; Yoh 12:24; Yud 12; Pny 16:3) Akan tetapi, sehubungan dengan manusia dan binatang, Alkitab memperlihatkan fungsi darah yang sangat penting dalam memelihara kehidupan, dengan menyatakan bahwa ”jiwa makhluk ada di dalam darahnya”. (Im 17:11, 14; Kej 4:8-11; 9:3, 4) Manusia serta binatang dikatakan ’mati’, yaitu ’mengembuskan’ napas kehidupan (Ibr., nis·math′ khai·yim′). (Kej 7:21, 22; bdk. Kej 2:7.) Dan Tulisan-Tulisan Kudus memperlihatkan bahwa kematian pada manusia dan binatang terjadi setelah keluarnya roh (tenaga aktif) kehidupan (Ibr., ru′akh khai·yim′).—Kej 6:17, Rbi8, ctk.; 7:15, 22; Pkh 3:19; lihat ROH.
Dari sudut pandangan Alkitab, apakah kematian itu?
Yang menarik untuk diperhatikan ialah bagaimana penjelasan Alkitab ini selaras dengan apa yang diketahui secara ilmiah mengenai proses kematian. Misalnya, sewaktu jantung berhenti berdenyut pada manusia, darah berhenti mengedarkan makanan dan oksigen (yang diperoleh dengan bernapas) ke miliaran sel-sel tubuh. Akan tetapi, The World Book Encyclopedia (1987, Jil. 5, hlm. 52b) menunjukkan, ”Seseorang yang jantung dan paru-parunya berhenti berfungsi dapat dianggap mati klinis, tetapi mati somatis mungkin belum terjadi. Sel-sel tubuh orang itu masih hidup selama beberapa menit lagi. Orang tersebut bisa dihidupkan kembali apabila jantung dan paru-paru mulai berfungsi lagi dan memberikan kepada sel-sel tubuh oksigen yang dibutuhkannya. Setelah sekitar tiga menit, sel-sel otak—yang paling sensitif terhadap kekurangan oksigen—mulai mati. Orang itu segera mati tanpa kemungkinan dihidupkan kembali. Secara bertahap, sel-sel tubuh lainnya juga mati. Yang terakhir mati adalah sel-sel tulang, rambut, dan kulit, yang dapat bertumbuh terus selama beberapa jam.” Jadi, meskipun pernapasan dan darah memang sangat penting untuk kelangsungan daya kehidupan yang aktif (ru′akh khai·yim′) dalam sel-sel tubuh, pada waktu yang sama juga jelas bahwa kematian diakibatkan bukan saja oleh berhentinya pernapasan atau denyut jantung, melainkan oleh hilangnya daya kehidupan atau roh dari sel-sel tubuh, sebagaimana disebutkan dalam Tulisan-Tulisan Kudus.—Mz 104:29; 146:4; Pkh 8:8.

Minggu, 26 Oktober 2014

Siapakah Allah ?

1. Mengapa kita harus menyembah Allah?

Allah yang benar adalah Pencipta segala sesuatu. Ia tidak memiliki awal dan akhir. (Mazmur 90:2) Ia adalah Sumber dari kabar baik dalam Alkitab. (1 Timotius 1:11) Karena Allah memberi kita kehidupan, hanya Dia saja yang patut kita sembah.Baca Penyingkapan 4:11.

2. Pribadi seperti apakah Allah itu?

Tidak ada orang yang pernah melihat Allah karena Ia adalah Roh, artinya Allah adalah bentuk kehidupan yang lebih tinggi daripada makhluk yang hidup di bumi. (Yohanes 1:18; 4:24) Akan tetapi, kita bisa mengetahui kepribadian Allah dari ciptaan-Nya. Misalnya, berbagai macam buah dan bunga menunjukkan bahwa Ia pengasih dan berhikmat. Luasnya alam semesta menunjukkan kuasa-Nya.Baca Roma 1:20.
Kita bisa mengetahui lebih banyak tentang kepribadian Allah dengan membaca Alkitab. Misalnya, Alkitab memberi tahu kita apa yang Allah sukai dan tidak sukai, cara Ia memperlakukan orang, dan cara Ia menanggapi berbagai situasi.Baca Mazmur 103:7-10.

Untuk Apa Berdoa? Apakah Allah Akan Menjawab?


00:00
02:34

Jawaban Alkitab

Ya. Alkitab maupun pengalaman nyata menunjukkan bahwa Allah menjawab doa. Alkitab mengatakan, ”Keinginan orang-orang yang takut kepada [Allah] akan ia laksanakan, dan seruan mereka minta tolong akan ia dengar, dan ia akan menyelamatkan mereka.” (Mazmur 145:19) Namun, Anda juga punya andil untuk menentukan apakah Allah akan menjawab doa Anda atau tidak.

Yang menjadi syarat

  • Doa harus ditujukan kepada Allah, bukan kepada Yesus, Maria, santo, malaikat, atau patung. Allah Yehuwa adalah satu-satunya ”Pendengar doa”.Mazmur 65:2.
  • Doa harus selaras dengan kehendak Allah yang ada dalam Alkitab.1 Yohanes 5:14.
  • Berdoa dengan nama Yesus, artinya mengakui wewenangnya. ”Tidak seorang pun datang kepada Bapak kecuali melalui aku,” kata Yesus.Yohanes 14:6.
  • Berdoa dengan iman. Jika Anda merasa kurang yakin, mintalah lebih banyak iman.Matius 21:22; Lukas 17:5.
  • Bersikap rendah hati dan tulus. Alkitab mengatakan, ”Yehuwa itu tinggi, namun orang yang rendah hati diperhatikannya.Mazmur 138:6.
  • Tidak mudah menyerah. Yesus mengatakan, ”Teruslah minta, dan itu akan diberikan kepadamu.Lukas 11:9.

Cara Menolak Godaan



TANTANGANNYA

”Beberapa teman kadang minta nomor HP-ku dan ajak aku ngeseks. Ya aku tolak, tapi terus terang aku penasaran, ’Kalau aku kasih nomorku, bagaimana ya?’ Jujur saja, ada yang cantik-cantik. Jadi terpikir juga, ’Kenapa tidak?’”—Carlos, * 16.
Seperti Carlos, apakah kamu juga sedang berjuang melawan godaan? Kalau ya, yakinlah kamu bisa menang.

YANG PERLU KAMU KETAHUI

Tikus tergoda memakan keju di perangkap
Kalau kamu menyerah pada godaan, kamu akan menderita
Siapa saja bisa tergoda, bahkan orang dewasa. Godaan itu banyak bentuknya. Meski sudah tidak muda lagi, rasul Paulus menulis, ”Aku . . .  benar-benar menyukai hukum Allah, tetapi aku melihat dalam anggota-anggota tubuhku suatu hukum lain yang berperang melawan hukum pikiranku dan menjadikan aku tawanan hukum dosa.” (Roma 7:22, 23) Paulus tidak mau menyerah sewaktu menghadapi tekanan. Kamu juga bisa! Ya, jangan mau diperbudak oleh keinginan yang salah. (1 Korintus 9:27) Belajar menolak godaan selagi muda akan membantumu terhindar dari banyak kekhawatiran sekarang, dan akan sangat berguna sewaktu kamu dewasa nanti.
Media menyuburkan godaan. Alkitab menyebutkan tentang ”keinginan yang berkaitan dengan masa muda”, dan itu saja sudah cukup kuat. (2 Timotius 2:22) Tapi film, TV, musik, dan buku yang ditujukan untuk kaum muda sering kali malah mengobarkan keinginan itu. Ya, media memberi kesan bahwa menyerah pada godaan itu tidak salah. Misalnya, jika di sebuah film ada dua sejoli yang ’sedang jatuh cinta’, sudah bisa ditebak mereka nantinya akan berhubungan seks. Namun, Alkitab mengatakan bahwa pria dan wanita sejati punya kekuatan untuk ”menjauhkan diri dari keinginan daging”. (1 Petrus 2:11) Itu berarti kamu bisa memilih untuk menolak godaan. Caranya?

Cara Meraih Kesuksesan


Alkitab memberikan pandangan yang benar tentang kesuksesan. Alkitab tidak mengajarkan bahwa kesuksesan hanya bisa diraih segelintir orang yang beruntung. Namun, Alkitab juga tidak mendukung khayalan di buku dongeng bahwa hanya dengan ’mengejar mimpi-mimpi Anda’, semua keinginan Anda akan terwujud. Pandangan seperti itu, yang sangat sering ditanamkan pada anak-anak sejak kecil, kemungkinan besar akan berujung pada kekecewaan.
Kenyataannya, siapa pun bisa sukses, tapi butuh upaya. Pertimbangkan prinsip-prinsip berikut ini.
  • Setumpuk uang logam
    APA KATA ALKITAB:
    ”Orang yang mencintai perak tidak akan dipuaskan dengan perak, demikian pula orang yang mencintai kekayaan tidak akan dipuaskan dengan penghasilan.”Pengkhotbah 5:10.
    ARTINYA. Gaya hidup yang mengejar harta benda tidak menjamin kepuasan. Yang terjadi justru sebaliknya. ”Orang yang hanya mementingkan uang akan lebih sering khawatir dan stres daripada orang yang menghargai persahabatan,” tulis Dr. Jean M. Twenge dalam bukunya Generation Me. Ia menambahkan, ”Penelitian selalu membuktikan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Kalau kebutuhan dasar sudah terpenuhi, kepuasan hidup tidak terlalu bergantung lagi pada penghasilan.”
    YANG BISA ANDA LAKUKAN. Tetapkan tujuan yang lebih bermakna daripada sekadar mengejar uang dan harta benda. ”Berjagalah terhadap setiap jenis keinginan akan milik orang lain,” kata Yesus, ”karena bahkan jika seseorang berkelimpahan, kehidupannya bukanlah hasil dari perkara-perkara yang ia miliki.”Lukas 12:15.

Apa Sukses Itu?



APA yang lebih buruk daripada kegagalan? Sukses yang palsu. Kalau Anda gagal, Anda masih bisa memperbaiki keadaannya. Paling tidak, Anda bisa belajar dari pengalaman dan bertekad untuk berbuat lebih baik pada kesempatan lain.
Lain halnya dengan sukses yang palsu. Anda mungkin menganggap Anda sudah berhasil, tapi sebenarnya Anda gagal. Sewaktu sadar bahwa Anda perlu berubah haluan, bisa jadi itu sudah terlambat.
Perhatikan satu contoh. Yesus Kristus pernah bertanya, ”Apa manfaatnya bagi seseorang jika dia memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya?” (Matius 16:26) Hal itu bisa saja terjadi atas orang yang hidupnya hanya mengejar uang dan semua yang dapat dibeli dengan uang. Itulah contoh nyata sukses yang palsu. ”Terus memikirkan kenaikan jabatan, cara mendapat lebih banyak uang atau lebih banyak barang tidak menghasilkan kepuasan batin,” tulis seorang penasihat karier Tom Denham. ”Sungguh bodoh kalau kesuksesan hanya diukur dengan uang, karena pada akhirnya Anda akan menuai kehampaan.”
Rupanya, banyak orang dewasa ini setuju. Dalam sebuah survei yang diadakan di Amerika Serikat, ternyata ”punya banyak uang” berada di urutan ke-20 dari 22 ”hal yang bisa membuat orang sukses”. Hal-hal seperti tubuh yang sehat, hubungan baik dengan keluarga dan teman, serta pekerjaan yang disukai justru ada di urutan atas.
Jelaslah, paling tidak sewaktu ditanyai, banyak orang bisa membedakan antara sukses yang palsu dan sukses yang sebenarnya. Tapi, yang lebih sulit adalah bertindak menurut pandangan yang benar tentang kesuksesan.

Tirulah Iman Mereka



Apa manfaatnya belajar tentang pria dan wanita beriman dalam Alkitab?

Garis Waktu

Garis waktu dan peta akan membantu Anda membayangkan kapan dan di mana berbagai tokoh Alkitab yang beriman hidup.

Surat dari Badan Pimpinan

Badan Pimpinan dengan hangat mengundang kita semua untuk membaca dan mempelajari buku yang bermanfaat ini, sendiri atau bersama keluarga.

Kata Pengantar

Halaman-halaman Alkitab penuh dengan kisah nyata tentang pria dan wanita beriman. Apa saja manfaat teladan mereka?
HABEL

”Meskipun Ia Sudah Mati, Ia Masih Berbicara”

Apa yang bisa kita pelajari tentang Habel dan imannya meskipun Alkitab hanya mencatat sedikit tentangnya?
NUH